Presiden minta tambahan pembangunan sekat kanal di lahan gambut - ANTARA News Bangka Belitung

Presiden minta tambahan pembangunan sekat kanal di lahan gambut - ANTARA News Bangka Belitung

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan pembangunan sumur bor dan sekat kanal di wilayah gambut sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan fasilitas itu juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin, Presiden Prabowo menyampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk harus terus waspada menghadapi potensi karhutla mengingat prakiraan fenomena El Nino menyebabkan kondisi kemarau yang kering di Tanah Air.

"Beberapa yang kita anggap sebagai rintangan sesungguhnya juga bisa menjadi peluang. Gambut ini ternyata tidak terlalu sulit untuk membor mencari air. Saya kira ini jadi makanya saya bilang peluang," ujar Presiden Prabowo.

Terkait hal itu, dia meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dilibatkan untuk membangun embung dan sekat kanal di wilayah rawan karhutla.

"Bagaimana kita bisa sekarang terus menambah embung-embung, kanal-kanal di daerah gambut yang produktif. Apakah bisa embung-embung itu memelihara ikan-ikan tertentu dan sebagainya," kata Prabowo.

Hal itu dilakukan dengan tujuan bahwa infrastruktur yang dibangun tidak hanya digunakan untuk mencegah karhutla tapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Di kesempatan itu, Presiden juga terus mendorong penggunaan teknologi untuk menangani karhutla di wilayah Sumsel termasuk dengan meningkatkan operasi modifikasi cuaca (OMC) selagi memungkinkan untuk membasahi lahan.

"Kita antisipatif, titik-titik hotspot itu, alhamdulillah, kalau berkurang. Saya kira juga akibat saudara-saudara bekerja keras sudah sejak awal tahun. Terima kasih," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga memimpin rapat koordinasi penanggulangan karhutla untuk wilayah Jambi dan Lampung secara daring.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.