Prabowo: Sekolah Rakyat menjadi jalan putus lingkaran kemiskinan
Prabowo: Sekolah Rakyat menjadi jalan putus lingkaran kemiskinan
Jumat, 14 Agustus 2026 15:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyapa tamu undangan saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/agr
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah membangun Sekolah Rakyat sebagai sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga paling tidak berdaya untuk memutus lingkaran kemiskinan dan membuka kesempatan mereka meraih masa depan yang lebih baik.
"Kita juga membangun Sekolah Rakyat, sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga yang paling tidak berdaya dengan ruang kelas, tempat tinggal makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Strateginya adalah kita harus memutuskan lingkaran kemiskinan," kata Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat.
Prabowo menegaskan kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menentukan masa depan anak, dan negara harus melakukan intervensi sesuai amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang berbunyi fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Saat ini, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah dibuka, sementara Sekolah Rakyat rintisan mencapai 182 sekolah. Prabowo menargetkan setiap kabupaten nantinya memiliki satu Sekolah Rakyat.
"Nantinya semua kabupaten akan punya satu Sekolah Rakyat," ujarnya.
Prabowo kemudian memperkenalkan Muhammad Rizky Pratama, siswa Sekolah Rakyat berusia 12 tahun yang pernah mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual.
Rizky sempat putus sekolah dan ketika masuk Sekolah Rakyat belum lancar membaca serta belum mampu berhitung dengan baik.
"Hari ini Rizky kembali ke sekolah dan mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," ujar Prabowo.
Selain Rizky, Prabowo mencontohkan Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan, yang hampir putus sekolah saat kelas 4 SD karena harus membantu ibunya berjualan kacang setelah ayahnya meninggal dunia. Ibunya merupakan penyandang disabilitas.
Citra kemudian mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat dan berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten.
"Citra umurmu berapa Citra? 10 tahun, ya nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Citra kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu, jadi nggak ada yang berani nanti main-main sama kau," kata Prabowo tersenyum.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyebut tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 pada bidang matematika, biologi, bahasa Indonesia, sejarah, dan sosiologi.
Selain itu, Ismi Ulfaida dari Sekolah Rakyat Polewali Mandar, Sulawesi Barat juga berhasil terpilih menjadi Paskibraka nasional.
Menurut Prabowo, berbagai prestasi tersebut membuktikan siswa dari keluarga paling tidak mampu dapat mencapai prestasi tinggi apabila diberi kesempatan, fasilitas, dan pembimbingan yang memadai.
"Tidak ada anak Indonesia pun yang akan kita tinggalkan," kata Prabowo.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo: Sekolah Rakyat jadi jalan putus lingkaran kemiskinan
Pewarta: Fathur Rochman
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.