Prabowo Mau Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ahli Ungkap Hal Tak Terduga
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah tengah membidik pengembangan bensin berbahan baku batu bara sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).
Rencana tersebut muncul setelah pemerintah menilai program biodiesel berbasis minyak sawit terus menunjukkan hasil positif. Bahkan, menurut Prabowo, implementasi solar dengan campuran minyak kelapa sawit hingga 50% atau B50 telah membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026.
Menanggapi rencana tersebut, Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo mengatakan batu bara dapat diolah menjadi bahan bakar sintetis karena memiliki unsur karbon yang dapat dikonversi menjadi produk turunan hidrokarbon.
"Satu-satunya selain minyak yang terdapat unsur karbon adalah batubara. Sehingga batubara dapat dijadikan fuel synthetic dan bahkan plastik," kata Singgih kepada CNBC Indonesia, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, teknologi pengolahan batu bara menjadi bahan bakar sintetis bukan merupakan hal baru. Teknologi tersebut telah diterapkan oleh perusahaan asal Afrika Selatan, Sasol, yang mengembangkan bahan bakar sintetis berbasis batu bara.
Namun, Singgih menilai aspek keekonomian menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan pemerintah apabila ingin mengembangkan bensin berbasis batu bara di Indonesia.
"Yang menjadi pertanyaan tetap pada seberapa harga batu bara dinilai dan cost productionnya, dulu Sasol melangkah karena diembargo oilnya oleh AS di 73 an," kata dia.
Sebelumnya, Prabowo mengatakan pengembangan bahan bakar dari sumber daya dalam negeri merupakan hasil riset dan inovasi para akademisi Indonesia, khususnya dari fakultas-fakultas teknik.
"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kata Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur, dikutip Minggu (20/9/2026).
Menurut Prabowo, keberhasilan program B50 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam domestik untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
"Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri," ujarnya.
Prabowo menegaskan, kemandirian solar menjadi langkah penting di tengah ketidakpastian global yang masih dibayangi konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok energi.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]