Potensi besar komoditas sarang burung walet Kaltara dilirik Jatim

Potensi besar komoditas sarang burung walet Kaltara dilirik Jatim

Potensi besar komoditas sarang burung walet Kaltara dilirik Jatim

Selasa, 8 September 2026 23:43 WIB

Image Print

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang dan Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie saat menghadiri kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Pemprov Jatim dan Kaltara di Tarakan Plaza Hotel, Kota Tarakan, Kaltara, Selasa (8/9/2026). (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)

Tarakan (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyoroti berbagai potensi komoditas unggulan Kalimantan Utara (Kaltara), salah satunya adalah potensi besar sarang burung walet sebagai peluang usaha untuk dikembangkan bersama.

Karena itu, dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan Kaltara yang diselenggarakan di Tarakan Plaza Hotel, Kota Tarakan, Kaltara, Selasa, Khofifah meminta pelaku usaha memanfaatkan potensi tersebut.

“Potensi komoditas unggulan Kaltara yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan, salah satunya sarang burung walet,” ujar Khofifah.

Sebab, potensi besar sarang burung walet tersedia belum tersentuh karena terlihat dari belum adanya transaksi komoditas sarang burung walet dalam rangkaian Misi Dagang dan Investasi yang diikuti oleh pelaku usaha dan asosiasi perdagangan Jatim-Kaltara Tahun 2026.

“Pak Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kaltara baru saja menyampaikan bahwa untuk sarang burung walet, Kaltara ini gudangnya. Tapi saya belum melihat ada transaksi sarang burung walet,” katanya.

Menurutnya berdasarkan pengalaman Pemprov Jatim dalam melakukan misi dagang ke Hong Kong, transaksi komoditas sarang burung walet yang sebelumnya sulit masuk ke pasar tersebut kini mengalami perkembangan signifikan.

Dia menyebut, dalam misi dagang yang telah dilakukan sekitar dua bulan lalu itu, transaksi sarang burung walet yang sebelumnya hampir tidak ada berhasil, dapat menembus nilai lebih dari Rp2 triliun.

“Dulu susahnya kita memasukkan produk sarang burung walet, tapi dua bulan lalu kita bisa memasukkan dalam transaksi yang cukup prestisius menurut saya, karena hampir dari nol kemudian tembus di atas Rp2 triliun,” ungkapnya.

Khofifah mengatakan, pasar sarang burung walet juga tidak hanya berasal dari Hong Kong. Sejumlah buyer dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Korea Selatan turut menunjukkan minat terhadap komoditas tersebut.

Oleh sebab itu, ia berharap pelaku usaha dari Jatim dapat menindaklanjuti potensi sarang burung walet yang dimiliki Kaltara.

“Apa yang kami sampaikan ini bisa menjadi catatan penting baik trader dan buyer yang dari Jatim untuk bisa melakukan langkah tindak lanjut dari potensi sarang burung walet yang ada di Kaltara ini,” katanya.

Ketua DPRD Provinsi Kaltara Achmad Djufrie yang turut hadir dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi tersebut mendorong Pemprov Kaltara Kaltara untuk lebih aktif memasarkan produk unggulan daerah ke provinsi lain hingga menembus pasar internasional, salah satunya sarang burung walet.

“Sejumlah komoditas unggulan Kaltara sangat potensial dan masih perlu dikembangkan pemasarannya, di antaranya adalah sarang burung walet,” ujar Achmad Djufrie.

Menurutnya, Kaltara memiliki beberapa daerah yang produksi sarang burung waletnya cukup besar. Seperti di wilayah Nunukan, Tana Tidung dan Malinau. Namun, kata dia, akses pasar luar negeri terhadap komoditas tersebut masih terbatas sehingga sebagian besar perdagangan masih dilakukan di pasar lokal.

“Salah satunya burung walet. Sarang burung walet itu kita banyak. Cuma pasar kita ke luar negeri itu tidak punya. Kita cuma main di lokal saja,” ungkapnya.

Dengan adanya Misi Dagang dan Investasi ini, Achmad berharap produk sarang burung walet Kaltara dapat dikembangkan hingga menembus pasar internasional, termasuk Hong Kong, Tiongkok, dan Thailand melalui kerja sama pelaku usaha Jatim-Kaltara.

Tentu, lanjutnya, dengan perluasan pasar maka berpotensi meningkatkan nilai jual komoditas tersebut dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha maupun masyarakat.

“Harusnya kita juga menembus ke pasar luar negeri di Hong Kong, Tiongkok maupun di Thailand sehingga harganya bisa naik,” katanya.
Baca juga: Saling menguntungkan, Kaltara ajak Jatim bangun perdagangan dua arah
Baca juga: Gubernur Jatim ke Kaltara perkuat kerja sama perdagangan dan investasi

Pewarta : Agus Salam
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.