Polisi Bongkar Penyelundupan Narkoba Pakai Drone ke Penjara Prancis

Polisi Bongkar Penyelundupan Narkoba Pakai Drone ke Penjara Prancis

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi Prancis membongkar aksi penyelundupan narkoba dan barang terlarang ke dalam penjara menggunakan drone. Aksi tersebut berlangsung selama hampir dua bulan dan memungkinkan puluhan paket dikirim setiap hari langsung ke sel narapidana.

Penggunaan drone itu terungkap setelah warga di sekitar Penjara Villefranche-sur-Saône mulai mendengar suara aneh pada malam hari. Suara drone terdengar berulang kali terbang di atas atap rumah mereka selama beberapa minggu.

"Kami mendengarnya, lalu berhenti dan mulai lagi, dan berhenti dan mulai lagi beberapa kali sepanjang malam. Ada suatu periode di mana kami mendengarnya setiap malam," kata seorang warga dalam laporan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga lain yang tinggal di seberang jalan juga mengaku mendengar suara serupa. Dia mengatakan drone biasanya terdengar sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 dini hari.

"Sekitar jam 3-4 pagi, kurang lebih. Terkadang juga pagi-pagi sekali. Awalnya saya kira itu tawon, lalu saya lihat itu drone," jelas pasangan tersebut, seperti dilaporkan TF1 Info.

Suara drone itu ternyata berkaitan dengan operasi perdagangan narkoba yang memasok barang terlarang ke narapidana di penjara tersebut.

Selama hampir dua bulan, tercatat sekitar 38 pengiriman menggunakan drone dilakukan setiap hari. Barang yang dikirim tidak hanya narkotika, tetapi juga rokok dan uang tunai.

Pilihan Redaksi

  • Siapa Ilmuwan Penemu Susu Kecoak hingga Raih Ig Nobel?
  • Anak Tewas di Gaza, Eks Jenderal Israel Mau Tumbangkan Netanyahu
  • Saudi Tiba-tiba Rilis Peringatan soal Ancaman Serangan di Mekkah

"Ini adalah produk-produk yang dilarang di dalam tembok penjara. Narkotika, karton rokok, uang tunai," kata Komandan Michael Ferreira dari Kompi Gendarmerie Trévoux di Departemen Ain.

Dalam penyelidikan tersebut, petugas menyita sekitar 500 gram ganja, uang tunai €6.000, serta 18 baterai drone.

Menurut informasi yang diperoleh dalam penyelidikan, drone-drone tersebut diterbangkan dari sebuah tempat parkir di dekat pusat penjualan tanaman. Lokasi itu hanya berjarak sekitar 200 meter dari penjara.

Setelah diterbangkan, paket kemudian diambil langsung oleh narapidana dari jendela sel sebelum drone kembali ke titik keberangkatannya. Metode tersebut memungkinkan para pelaku melewati jaring anti-proyeksi dengan mudah.

"Kami tidak akan menembak jatuh drone itu. Pada malam hari, jumlah personel dikurangi, sel-sel ditutup, mereka menerima pengiriman langsung ke sel. Ini seperti bar terbuka," keluh Sekretaris jenderal UNSA Justice, Cédric Rochis.

(mge/dna)