PNM dorong perempuan prasejahtera Banyumas naik kelas melalui ecoprint
PNM dorong perempuan prasejahtera Banyumas naik kelas melalui ecoprint
Selasa, 14 Juli 2026 14:17 WIB
Ilustrasi - Nasabah PNM Mekaar Ajibarang 2, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menunjukkan produk kain ecoprint yang mereka hasilkan setelah mengikuti Program Klasterisasi Usaha Ecoprint sejak 2024. ANTARA/HO-PNM Purwokerto
Purwokerto (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong perempuan prasejahtera di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, naik kelas melalui Program Klasterisasi Usaha Ecoprint yang membekali nasabah PNM Mekaar dengan keterampilan, pendampingan, serta akses pemasaran.
βProgram klasterisasi merupakan bagian dari upaya kami menghadirkan pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi daerah,β kata Pemimpin Cabang PNM Purwokerto Rohmat Agus Pranoto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.
Menurut dia, pemberdayaan tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan, juga harus diiringi peningkatan kapasitas usaha agar nasabah mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah.
Melalui program klasterisasi, pihaknya mendampingi nasabah mulai dari proses belajar, produksi hingga pemasaran agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
βHarapannya, semakin banyak perempuan prasejahtera yang mampu membangun usaha berkelanjutan, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus menjadi inspirasi di lingkungannya," katanya.
Ia mengatakan Program Klasterisasi Usaha Ecoprint merupakan salah satu implementasi tiga pilar pemberdayaan PNM, yakni Modal Finansial, Modal Intelektual, dan Modal Sosial.
Menurut dia, ketiga pilar tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan usaha nasabah, tidak hanya melalui penyediaan akses permodalan, juga peningkatan keterampilan, pendampingan, dan penguatan jejaring usaha.
Melalui pendekatan tersebut, pihaknya mengharapkan semakin banyak perempuan Indonesia mampu mengembangkan usaha secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, menciptakan nilai tambah dari potensi lokal, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di daerah.
Lebih lanjut, dia mengatakan Program Klasterisasi Usaha Ecoprint yang dijalankan sejak 2024 tersebut melibatkan 20 nasabah PNM Mekaar Ajibarang 2, Kabupaten Banyumas.
βPara peserta mendapatkan pelatihan mengolah dedaunan menjadi kain bermotif alami atau ecoprint yang memiliki nilai ekonomi sekaligus berpotensi menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga,β katanya.
Dalam program tersebut, kata dia, peserta tidak hanya mempelajari teknik pembuatan ecoprint, juga memperoleh bantuan peralatan produksi agar dapat mengembangkan usahanya secara mandiri.
Pihaknya turut memberikan pendampingan dalam membangun identitas produk, menjaga kualitas hasil produksi, hingga memperluas jaringan pemasaran sehingga produk memiliki daya saing di pasar.
βHasil pendampingan tersebut mulai menunjukkan perkembangan. Kain ecoprint yang pada awalnya dibuat sebagai media pembelajaran kini telah dipasarkan dengan harga mencapai Rp350 ribu per lembar, bergantung pada ukuran, motif, dan kualitas produk,β kata Rohmat.
Salah seorang peserta, Dyah Rahayu mengaku program tersebut membuka peluang usaha baru yang sebelumnya tidak pernah dibayangkannya.
Sebelum mengikuti pelatihan, dia belum memiliki keterampilan membuat produk ecoprint dan masih mengandalkan usaha dengan pendapatan yang terbatas.
Akan tetapi setelah mengikuti pelatihan secara rutin, dia mulai menguasai teknik pewarnaan alami, pembuatan motif dari berbagai jenis dedaunan, hingga menjaga kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar.
Menurut dia, pendampingan yang diberikan PNM juga membantunya memahami cara membangun merek produk dan memasarkan hasil kerajinan kepada konsumen.
"Saya tidak menyangka belajar membuat kerajinan bisa menjadi sumber penghasilan karena dulu saya hanya melihat daun sebagai tanaman biasa, sekarang bisa diolah menjadi kain ecoprint yang memiliki nilai jual. Terima kasih kepada PNM yang tidak hanya mengajarkan cara membuat produk, juga mendampingi kami memasarkannya," kata Dyah.
Baca juga: PNM Mengajar siapkan mental wirausaha 2.700 siswa SMK se-Indonesia
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.