Pluang Luncurkan Agentic Trading Berbasis AI Pertama di Indonesia
Melalui fitur ini, investor dapat memberikan instruksi kepada AI menggunakan bahasa sehari-hari untuk meninjau portofolio, membaca laporan keuangan, menganalisis kondisi pasar, hingga melakukan transaksi pada berbagai kelas aset dalam satu jendela percakapan.
Pluang Ingin Demokratisasi Akses Investasi Berbasis AI
Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, mengatakan teknologi ini bertujuan membuka akses analisis investasi berkualitas bagi seluruh investor di Indonesia.
"Selama ini, analisis investasi berkualitas tinggi hanya menjadi hak istimewa segelintir orang, mereka yang berada di institusi finansial profesional, memiliki akses langganan riset mahal, atau berada di pusat finansial. Pluang Agentic Trading mendobrak batasan tersebut. Kini, investor di Jayapura atau Jember memiliki kekuatan analisis dan eksekusi yang setara dengan investor di Jakarta, atau bahkan di Singapura atau Hong Kong," ujar Andreas Agung Hendrawan.
"Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk mendemokratisasi penciptaan kekayaan dan meningkatkan literasi keuangan nasional," lanjutnya.
Teknologi Agentic Trading memungkinkan AI tidak hanya melakukan riset dan analisis pasar, tetapi juga menyiapkan transaksi beli maupun jual langsung di akun pengguna. Namun, seluruh transaksi tetap memerlukan persetujuan manual dari pengguna sebelum dieksekusi.
Fitur ini dibangun di atas Aura AI, layanan analisis berbasis AI milik Pluang, yang kini berkembang dari sekadar memberikan wawasan menjadi mampu membantu proses eksekusi transaksi melalui platform AI pilihan pengguna.
Beberapa fitur utama yang tersedia meliputi analisis portofolio secara real-time, eksekusi market order dan limit order, akses data pasar langsung, pengujian strategi investasi menggunakan data historis (backtest), hingga rangkuman otomatis laporan keuangan, prospektus, dan berita pasar.
Dilengkapi Sistem Keamanan Berlapis
Pluang menegaskan bahwa Agentic Trading berbeda dengan robot trading otomatis yang pernah marak beredar. Sistem ini menggunakan pendekatan Propose → Confirm → Execute, yaitu AI hanya memberikan usulan, pengguna mengambil keputusan, dan platform melakukan eksekusi setelah mendapat persetujuan.
Fitur tersebut juga dilengkapi berbagai lapisan keamanan, seperti kewajiban konfirmasi transaksi, batas nilai transaksi harian dan per aset, token sekali pakai untuk setiap order, serta perlindungan terhadap serangan prompt injection yang berpotensi memanipulasi AI.
Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas, mengatakan tantangan utama dalam mengembangkan Agentic Trading adalah memastikan keamanan transaksi pengguna.
"Tantangan terbesarnya bukanlah bagaimana membuat AI bisa memasang order, melainkan bagaimana membangun sistem pengaman yang dapat mencegah AI melakukan transaksi yang salah atau tanpa izin," ujar Claudia Kolonas.
"Pluang Agentic Trading dirancang dengan prinsip bahwa pengaman harus tertanam kuat di level infrastruktur kami, bukan sekadar bergantung pada algoritma model AI. Taruhannya adalah keamanan dana pengguna, dan bagi kami itu prioritas utama," lanjutnya.
Pluang juga menegaskan bahwa seluruh analisis yang ditampilkan berasal dari asisten AI yang dipilih pengguna, bukan dari Pluang. Karena itu, hasil analisis AI dapat mengandung kesalahan atau keterbatasan sehingga pengguna tetap disarankan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Pluang Agentic Trading berjalan di atas infrastruktur layanan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) sesuai produk yang digunakan.
Seluruh transaksi tetap mengikuti prosedur perlindungan nasabah serta proses Know Your Customer (KYC) sebagaimana berlaku pada aplikasi utama Pluang.
Peluncuran publik Pluang Agentic Trading dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026, sementara pengguna yang ingin mencoba lebih awal dapat mendaftarkan diri melalui daftar tunggu (whitelist) yang tersedia di aplikasi maupun situs resmi Pluang.