Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Ekonom Ingatkan Tiga Aspek Transisi Ini
Senin, 27 Juli 2026, 13:00 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Perry Warjiyo resmi mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Senin (27/7/2026). Diketahui Perry telah telah mengabdi sekitar 43 tahun di BI sejak 1984 dan meniti karier dari staf hingga menjabat sebagai Gubernur BI selama dua periode.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan bahwa mundurnya Perry bukan sebagai tanda adanya masalah dalam kemampuan Bank Indonesia menjalankan tugasnya.
Josua menilai mundurnya Perry lebih tepat dipandang sebagai proses transisi kepemimpinan yang berjalan tertib, bukan sebagai kekosongan kendali di bank sentral.
“Dengan masa pengabdian sepanjang itu, pengunduran dirinya lebih tepat dibaca sebagai berakhirnya satu fase panjang pengabdian, bukan sebagai tanda adanya masalah dalam kemampuan Bank Indonesia menjalankan tugasnya,” kata Perry dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Seiring pengunduran diri tersebut, Bank Indonesia telah menunjuk Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan dan pelaksanaan tugas bank sentral.
Meski demikian, Josua mengingatkan bahwa masa transisi tetap perlu dikelola secara hati-hati. Menurutnya, pelaku pasar akan mencermati tiga aspek utama, yakni konsistensi komunikasi Bank Indonesia, komitmen menjaga independensi lembaga, serta kepastian proses pemilihan gubernur definitif.
“BI perlu segera menegaskan bahwa sasaran inflasi, pendekatan stabilisasi rupiah, dan keputusan suku bunga tetap berdasarkan data serta perkembangan risiko,” ucapnya.
Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan memberikan kepastian bahwa proses penunjukan gubernur baru tidak dimaksudkan untuk mengarahkan kebijakan Bank Indonesia, baik dalam penurunan suku bunga maupun pembiayaan program pemerintah.
Secara keseluruhan, Josua menilai fondasi kelembagaan Bank Indonesia tetap kuat. Menurutnya, BI memiliki landasan hukum yang jelas, Dewan Gubernur yang bekerja secara kolektif, instrumen kebijakan yang lengkap, serta pejabat sementara yang berpengalaman di pasar keuangan.
Baca Juga: Breaking News! Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan
Baca Juga: Independensi BI Dipertanyakan Pascamundurnya Perry Warjiyo, Rupiah dan SBN Berpotensi Tertekan
Ia menyampaikan, pesan utama kepada dunia usaha dan investor bahwa tidak ada kekosongan kepemimpinan, tidak ada perubahan mandat Bank Indonesia, dan tidak ada alasan bagi kebijakan nilai tukar maupun pasar keuangan berubah secara tiba-tiba.
“Tantangan terpenting saat ini bukan kemampuan Destry menjalankan tugas, melainkan memastikan komunikasi transisi dilakukan secara cepat, konsisten, dan meyakinkan,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra