Perjuangan Haris ikut Paket C di Rutan Barabai dengan harapan bebas bawa ijazah - ANTARA News Kalimantan Selatan

Perjuangan Haris ikut Paket C di Rutan Barabai dengan harapan bebas bawa ijazah - ANTARA News Kalimantan Selatan

Barabai (ANTARA) - Menjalani masa pidana tidak menjadi alasan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai untuk berhenti mengejar pendidikan. 

Salah satunya Haris, WBP Rutan Barabai yang memilih mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C dengan harapan dapat menyelesaikan pendidikan dan membawa pulang ijazah ketika nantinya bebas.

Bagi pria 27 tahun tersebut, mengikuti program kejar Paket C di Rutan Barabai menjadi titik balik dirinya untuk menebus kesalahannya di masa lalu.

Ia mengaku dirinya dulu putus sekolah menjelang Ujian Nasional karena salah pergaulan sehingga malas untuk bersekolah.

“Dulu saya tidak menyelesaikan sekolah. Sekarang saya ingin memperbaikinya dengan mengikuti Paket C. Harapan saya, ketika bebas nanti saya bisa membawa ijazah dan menggunakannya untuk mencari pekerjaan,” ujar Haris di Rutan Barabai, Selasa (29/9/2026).

Baca juga: 20 WBP Rutan Barabai berjuang dapatkan ijazah lewat sekolah paket

Keinginan tersebut menjadi bagian dari proses perubahan yang sedang dijalani Haris. Di balik keterbatasan ruang dan kondisi yang ada, ia tetap berusaha mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan pendidikan yang sebelumnya sempat terhenti.

Bagi Haris, ijazah yang ingin diraihnya ini menjadi motivasi untuk memperoleh pekerjaan yang lebih layak dan menjadi pengingat bahwa masih ada kesempatan untuk memperbaiki sesuatu yang pernah terhenti dan menjadi bekal untuk memulai kembali kehidupan.

“Saya ingin setelah bebas nanti punya sesuatu yang bisa saya banggakan. Semoga ijazah ini bisa menjadi jalan untuk mendapatkan pekerjaan dan memulai hidup yang lebih baik,” tutur Haris.

Karutan Barabai Nanang Badruzzaman menjelaskan, pada tahap awal pelaksanaan, tercatat sebanyak 20 WBP mengikuti pendidikan kesetaraan, terdiri atas 5 peserta Paket A, 8 peserta Paket B, dan 7 peserta Paket C. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu minggu dengan didukung oleh 9 orang tutor. 

"Pelaksanaan pendidikan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi WBP guna memastikan warga binaan memperoleh akses terhadap pendidikan sebagai bekal untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan kembali ke masyarakat," paparnya.

Melalui pendidikan, Rutan Barabai tidak hanya memberikan kesempatan kepada WBP untuk belajar, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk kembali menata harapan.

Seperti Haris, yang kini memilih untuk menatap masa depan dengan sebuah cita-cita sederhana: keluar dari Rutan dengan membawa ijazah dan kesempatan untuk memulai kehidupan yang baru.

Pewarta: Muhammad Hidayatullah
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.