Penganut Teori Konspirasi Sebut Lampu Lalu Lintas Bisa Membunuh Manusia

Penganut Teori Konspirasi Sebut Lampu Lalu Lintas Bisa Membunuh Manusia

Liputan6.com, London - Lampu lalu lintas sudah ada selama puluhan tahun, tapi sekarang sudah mendapat bermacam peningkatan teknologi canggih yang bisa mendeteksi pejalan kaki atau harus menyesuaikan diri dengan arus kendaraan.

Hal ini mendapatkan sambutan baik oleh masyarakat, tapi tidak di Devon County, Inggris. Di wilayah tersebut, Lampu lalu lintas ini justru dianggap sebagai ancaman dan bahkan dirusak oleh warga yang khawatir.

Dikutip dari Oddity Central, Jumat (18/9/2026), dalam video yang direkam oleh seorang pejalan kaki di kota Ilfracombe, ada dua orang yang terlihat memanjat tiang lampu lalu lintas dan menghancurkannya dengan cara memotong sejumlah kabel yang tersambung ke sensor canggih.

Setelah video tersebut viral, terungkap bahwa kedua orang itu adalah sepasang pensiunan berusia 60-an dan 70-an tahun. Mereka adalah bagian dari kelompok penganut teori konspirasi bernama "Blade Runners."

Dalam sejumlah postingan di media sosial, mereka yang menamakan diri sebagai "Ilfracombe Blade Runners" menentang ide bahwa lampu lalu lintas modern dirancang untuk membuat hidup perkotaan lebih mudah.

Mereka justru mengklaim bahwa lampu-lampu tersebut adalah "senjata penyerang elektronik" yang disokong oleh "teknologi ilegal hasil adaptasi teknologi medan perang" dan menimbulkan "ancaman untuk keselamatan jiwa."

Hal ini karena menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk serangan jantung, kanker otak, kecemasan, bahkan kematian mendadak.

Menurut Kepolisian Devon dan Cornwall, pria dan wanita yang terekam video sedang merusak lampu lalu lintas di Ilfracombe itu menyebabkan kerusakan senilai ribuan pound sterling. Polisi sudah menangkap keduanya dengan tuduhan perusakan dan membahayakan pengguna jalan, tapi kini sudah bebas dengan jaminan.

Insiden ini menyusul sejumlah laporan tentang kerusakan lampu lalu lintas yang berkaitan dengan teori konspirasi liar yang tersebar di internet. Misalnya Kelompok Blade Runners, mengklaim bahwa teknologi di lampu lalu lintas bisa "membunuh manusia saat membidik target," tanpa menyertakan bukti apapun.

Walaupun menghadapi kritik di media sosial, kelompok Blade Runners menyatakan mereka tidak akan mundur, menggambarkan diri mereka bukan sebagai orang yang "berpikiran terbuka," tapi "sepenuhnya sadar."