Penanda Darah Baru Berpotensi Prediksi Kemunculan Gejala Alzheimer
Bagikan:
JAKARTA - Jenis RNA melingkar tertentu dalam darah berpotensi membantu memperkirakan kapan gejala Alzheimer mulai muncul. Percobaan tambahan dalam penelitian tersebut menunjukkan kadar molekul itu mulai berbeda dari kondisi normal sekitar dua hingga empat tahun sebelum gejala muncul.
National Institutes of Health atau NIH, melalui laman resminya, dikutip Kamis, 16 Juli, menyebut penelitian itu didanai lembaga tersebut dan menganalisis data darah lebih dari 1.200 orang dari sejumlah kelompok penelitian terpisah.
Peneliti menemukan 34 jenis RNA melingkar atau circular RNA yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer. RNA melingkar merupakan materi genetik berbentuk lingkaran yang bersifat lebih dinamis dan mencerminkan aktivitas otak yang lebih baru.
Kadar tinggi sejumlah circRNA tersebut dikaitkan dengan risiko munculnya gejala yang hampir tiga kali lebih besar. Temuan itu menunjukkan circRNA mungkin lebih peka dalam memperkirakan kemunculan gejala dibandingkan penanda Alzheimer yang digunakan saat ini.
Tes darah Alzheimer saat ini dapat mendeteksi penanda plak amiloid, salah satu ciri utama penyakit tersebut.
Tes itu dapat memberikan hasil positif puluhan tahun sebelum gangguan daya ingat atau kemampuan berpikir muncul. Namun, hasilnya belum banyak memberi petunjuk mengenai perkembangan penyakit pada seorang pasien.
βDalam layanan klinis, kemampuan mengenali pasien yang sudah mendekati kemunculan gejala akan sangat berharga,β kata Direktur National Institute on Aging, Richard Hodes.
BACA JUGA:
Menurut Hodes, informasi itu dapat membantu peneliti memilih peserta yang tepat untuk uji klinis dan menilai pengobatan yang efektif dalam mencegah penurunan kemampuan berpikir.
Berbeda dengan plak amiloid yang menumpuk perlahan di otak, circRNA jauh lebih dinamis dan mencerminkan aktivitas otak yang lebih baru.
Carlos Cruchaga dan rekan-rekannya di Washington University School of Medicine di St. Louis sebelumnya mengaitkan circRNA di otak dengan demensia dan tingkat keparahan gangguan pada jaringan saraf.
Penelitian terbaru kemudian menguji apakah hubungan serupa juga ditemukan pada circRNA yang beredar dalam darah. Darah jauh lebih mudah diambil dan diperiksa dibandingkan jaringan otak.
Model prediksi berbasis 34 circRNA tersebut mampu mengenali orang yang memiliki tanda biologis terkait Alzheimer. Kemampuannya hampir setara dengan model yang memakai pTau217, penanda klinis berbasis darah utama untuk penyakit tersebut.
Namun, dalam memperkirakan perkembangan menuju Alzheimer bergejala, model circRNA memberikan hasil lebih baik daripada model pTau217.
Hasil serupa juga diperoleh dari sampel dua kelompok penelitian yang terpisah.
NIH menyebut hasil penelitian tersebut dapat menjadi dasar pengembangan tes yang membantu tenaga medis mengenali calon penerima pengobatan baru dan memantau respons mereka terhadap terapi, terutama obat yang menargetkan plak amiloid.
βPasien yang menjalani terapi baru untuk menghilangkan beta-amiloid dapat menunjukkan hasil pTau negatif, tetapi masih menderita Alzheimer,β kata Cruchaga.
Menurut Cruchaga, RNA melingkar dapat memberi gambaran lebih lengkap mengenai kondisi biologis penyakit pada seorang pasien.
Para peneliti kini bekerja sama dengan mitra komersial untuk mengembangkan pemeriksaan klinis berbasis circRNA dalam darah.
βIlmu pengetahuan dan model yang baik memang penting, tetapi pada akhirnya kami melakukan ini untuk membantu orang,β kata Cruchaga.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+