Pemprov Papua Pegunungan intervensi pasar tekan inflasi tahunan
Pemprov Papua Pegunungan intervensi pasar tekan inflasi tahunan
Sabtu, 11 Juli 2026 06:42 WIB
Pj Sekda Papua Pegunungan Wasuok D Siep didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Pegunungan Elai Giban diwawancarai wartawan di lokasi Festival UMKM, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (10/7) 2026. ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengintervensi pasar melalui operasi pasar dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai langkah menekan inflasi tahunan yang mencapai 7,84 persen pada Juni 2026.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Pegunungan Wasuok D Siep di Wamena, Jumat, mengatakan pemerintah daerah menyiapkan operasi pasar di sejumlah pasar di Kabupaten Jayawijaya setelah mengevaluasi perkembangan harga komoditas penyumbang inflasi.
βKami bersama organisasi perangkat daerah teknis akan melakukan operasi di sejumlah pasar di Jayawijaya untuk menekan kenaikan inflasi di Papua Pegunungan,β katanya.
Menurut dia, berdasarkan informasi Badan Pusat Statistik (BPS), tekanan inflasi pada Juni 2026 antara lain dipengaruhi kenaikan harga pangan dan bahan bakar minyak (BBM).
Karena itu, pemerintah daerah mendorong intervensi yang tidak hanya menyasar stabilisasi harga dalam jangka pendek melalui operasi pasar dan pasar murah, tetapi juga memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM.
Wasuok menilai perluasan kegiatan UMKM dapat membantu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketersediaan barang dan aktivitas perdagangan di daerah.
βKami bersyukur karena salah satu solusi dalam menekan inflasi di Papua Pegunungan adalah memperbanyak kegiatan UMKM dan pasar murah sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat membaik dan inflasi dapat menurun,β ujarnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Papua Pegunungan Elai Giban mengatakan penguatan ekonomi lokal perlu menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Festival UMKM yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), menurut dia, menjadi salah satu upaya memperluas aktivitas ekonomi dengan melibatkan 52 pengusaha UMKM orang asli Papua (OAP).
βTentu harapan kami dengan penyelenggaraan Festival UMKM dapat membantu ekonomi mama-mama OAP dan sekaligus dapat menurunkan inflasi yang mencapai 7,84 persen,β katanya.
Elai mengatakan pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah, terutama perangkat daerah yang menangani sektor ekonomi, perdagangan, pertanian, dan pembangunan.
Menurut dia, koordinasi tersebut diperlukan agar program penguatan UMKM tidak berjalan sendiri, tetapi terhubung dengan upaya memperkuat produksi dan pasokan komoditas dari daerah.
βPenyelenggaraan kegiatan UMKM tidak bisa digelar oleh satu atau dua OPD saja, tetapi dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan OPD teknis yang menangani ekonomi dan pembangunan sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud dan dapat bersama-sama menurunkan angka inflasi,β ujarnya.
Pemprov Papua Pegunungan juga mendorong delapan kabupaten memperkuat sektor pertanian dan perkebunan sebagai basis produksi lokal yang dapat menopang pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif.
Penguatan produksi daerah tersebut diharapkan meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus membantu menjaga ketersediaan pasokan pangan sehingga tekanan harga dapat dikendalikan.
βKami percaya ketika ekonomi masyarakat menjadi kuat maka kesejahteraan itu pasti terwujud dan inflasi dengan sendirinya akan turun,β ujar Elai.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Papua Pegunungan intervensi pasar tekan inflasi
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026