Pemprov Maluku: AIIB dan World Bank siap danai pembangunan MIP - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku menyatakan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan World Bank siap mendukung pendanaan pembangunan Maluku Integrated Port (MIP), proyek strategis yang dikembangkan sebagai kawasan perikanan dan logistik terpadu di daerah itu.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Sabtu, mengatakan dukungan dari dua lembaga keuangan internasional itu menjadi sinyal positif terhadap percepatan realisasi MIP yang selama ini diproyeksikan menjadi simpul utama pengembangan industri perikanan dan rantai pasok logistik di kawasan timur Indonesia.
"Ketertarikan AIIB untuk ikut mendukung pendanaan pembangunan MIP bersama World Bank merupakan perkembangan yang sangat positif. Ini menunjukkan bahwa potensi Maluku, khususnya di sektor perikanan, mendapat kepercayaan dari lembaga keuangan internasional," kata Hendrik.
Pernyataan itu disampaikan usai menerima audiensi Senior Investment Officer Public Sector Clients Department Regional 1 AIIB Niraja Shukla, yang didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku Anton Lailossa di Kantor Gubernur Maluku.
Menurut Hendrik, pembangunan MIP diharapkan mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan hilirisasi hasil perikanan, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta optimalisasi potensi sumber daya kelautan yang dimiliki Maluku.
Ia menjelaskan MIP merupakan konsep pengembangan kawasan pelabuhan terintegrasi yang menghubungkan fasilitas pelabuhan, sentra perikanan, kawasan industri pengolahan hasil laut, rantai dingin (cold chain), pergudangan, serta sistem logistik dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Konsep tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi distribusi hasil perikanan dari Maluku menuju pasar domestik maupun ekspor.
Dengan wilayah laut yang mencapai sekitar 92 persen dari total luas provinsi serta potensi sumber daya ikan yang besar di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 714, 715, dan 718, Maluku dinilai memiliki keunggulan komparatif untuk menjadi pusat industri perikanan nasional.
Hendrik mengatakan pemerintah daerah terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat dan para mitra pembangunan agar proyek tersebut dapat direalisasikan sesuai tahapan yang telah disiapkan.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan AIIB juga meninjau kesiapan proyek di lapangan. Berdasarkan hasil pembahasan awal, AIIB menyatakan minat untuk mendukung komponen pembangunan yang berkaitan dengan sektor perikanan, sementara dukungan terhadap aspek lain akan diselaraskan dengan kebutuhan proyek secara keseluruhan.
"Kami menyambut baik komitmen AIIB yang secara khusus melihat potensi pengembangan sektor perikanan Maluku. Sinergi dengan World Bank diharapkan mempercepat terwujudnya MIP sebagai proyek strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Hendrik.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Maluku Anton Lailossa mengatakan pembahasan teknis antara AIIB dan pemerintah daerah telah dilakukan sebagai bagian dari proses penjajakan kerja sama pendanaan.
Menurut dia, kehadiran AIIB bersama World Bank diharapkan menjadi katalis bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan Maluku sekaligus memperkuat posisi provinsi tersebut sebagai salah satu pusat industri perikanan nasional.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.