Pemprov DKI diminta terus pantau aktivitas Gunung Anak Krakatau

Pemprov DKI diminta terus pantau aktivitas Gunung Anak Krakatau

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta Pemprov DKI Jakarta bersama instansi terkait untuk terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan sebaran abu vulkanik yang berpotensi berdampak pada wilayah ibu kota.

“Pemerintah harus memastikan informasi sampai kepada masyarakat secara cepat dan akurat,” katanya di Jakarta, Minggu.

Kenneth mendorong agar jangan sampai masyarakat malah mendapatkan informasi dari sumber yang tidak jelas atau media sosial yang belum terverifikasi.

Ia menambahkan, masyarakat perlu memperhatikan informasi mengenai kondisi jalan dan jarak pandang apabila sebaran abu cukup signifikan.

Pemerintah DKI Jakarta diminta melakukan koordinasi segera, apabila kondisi tersebut berpotensi mengganggu transportasi maupun aktivitas masyarakat.

Menurut dia, Jakarta memiliki mobilitas masyarakat yang sangat tinggi sehingga setiap potensi gangguan lingkungan harus diantisipasi secara serius.

Koordinasi lintas instansi diperlukan agar penanganan tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pada transportasi, kebersihan, pelayanan publik, dan kesiapsiagaan wilayah.

“Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, pemerintah wilayah, hingga aparat di lapangan harus memiliki langkah yang jelas sesuai perkembangan kondisi,” katanya.

Baca juga: Legislator imbau masyarakat waspada potensi sebaran abu vulkanik

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Kenneth juga meminta masyarakat agar tidak menyebarkan foto, video, maupun informasi mengenai sebaran abu vulkanik yang belum diketahui kebenarannya.

Informasi yang tidak akurat, menurutnya, berpotensi menimbulkan kepanikan dan bisa mengganggu penanganan di lapangan.

Menurut dia warga harus mempunyai peran yang positif. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

“Pastikan informasi mengenai erupsi dan sebaran abu berasal dari sumber resmi. Kita harus sama-sama menjaga agar situasi bisa tetap kondusif,” katanya.

Dirinya akan terus mendorong Pemprov DKI untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan kondisi udara dan lingkungan juga dinilai perlu dilakukan secara berkala untuk memberikan gambaran faktual mengenai kondisi aktual di wilayah Jakarta.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pemantauan 24 jam terhadap perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dan dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta kondisi laut di sekitar Selat Sunda.

Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu (6/9) pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

Baca juga: DKI Jakarta terapkan pembelajaran jarak jauh antisipasi abu vulkanik

Baca juga: Pramono minta warga terapkan 5M hadapi paparan abu vulkanik

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.