Pemkot Pariaman terima bantuan satu unit 'drone' dari Kementan

Pemkot Pariaman terima bantuan satu unit 'drone' dari Kementan

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat menerima bantuan satu unit pesawat nirawak (drone) pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI guna mendukung efisiensi percepatan tanam dan pengendalian hama tanaman secara masif.

"Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemkot Pariaman melalui audiensi wali kota dengan Menteri Pertanian," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Ismadi di Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan Pemkot Pariaman mengusulkan bantuan empat unit pesawat nirawak untuk empat kecamatan yang ada di daerah itu kepada Kementan RI. Namun untuk tahap awal ini pemerintah pusat merealisasikan satu unit pesawat nirawak.

Pesawat nirawak tersebut, lanjutnya telah tiba di Pariaman dan saat ini pemerintah setempat sedang menunggu tim ahli dari pihak penyedia untuk memberikan pelatihan teknis kepada para operator lokal yang telah ditunjuk.

Ia menyampaikan teknologi bidang pertanian tersebut memiliki fungsi ganda yakni untuk penyebaran benih dalam metode Tabur Benih Langsung (Tabela) serta penyemprotan pestisida untuk pengendalian hama.

Melalui pemanfaatan teknologi ini, kata dia Pariaman membidik target perluasan metode Tabela pada area persawahan seluas 178 hektare. Penggunaan drone ini diproyeksikan mampu menghemat waktu, tenaga kerja, serta biaya operasional petani secara signifikan dalam satu hamparan lahan.

Dalam skema operasionalnya, lanjutnya pengoperasian 'drone' akan dikelola di bawah organisasi perangkat daerah itu yang bergerak dinamis berdasarkan hasil identifikasi lapangan serta laporan rutin dari petugas pengamat hama tanaman.

"Berdasarkan laporan tersebut kami carikan pestisida yang pas untuk mengendalikan hama tersebut," katanya.

Ia mengatakan modernisasi ini diharapkan dapat melindungi tanaman dari serangan hama di antaranya wereng sekaligus mendongkrak produktivitas padi Pariaman yang saat ini rata-rata mencapai 5,6 hingga 6,2 ton per hektare, dengan total produksi tahunan berkisar 22.000 hingga 24.000 ton gabah kering.

Menurutnya produktivitas gabah kering di Pariaman selama ini salah satunya dipengaruhi oleh hama sehingga dengan teknologi pesawat nirawak tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi komoditas itu.

Sebelumnya, DPRD Kota Pariaman, Sumatera Barat mengusulkan pembelian drone semprot guna mengoptimalkan penyemprotan pestisida ke persawahan di daerah itu guna mengantisipasi hama yang telah banyak merusak tanaman padi.

"Kita mengusulkan pengadaan drone untuk mengatasi hama yang menyerang lahan persawahan di Pariaman," kata Wakil Ketua II DPRD Pariaman Riza Saputra di Pariaman.

Ia mengatakan perlunya pengadaan drone tersebut karena sebagian besar lahan persawahan di Pariaman telah diserang hama sehingga mempengaruhi produksi padi di daerah itu.