Pemkot Padang Panjang matangkan manajemen talenta untuk siapkan calon pemimpin ASN

Pemkot Padang Panjang matangkan manajemen talenta untuk siapkan calon pemimpin ASN

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mematangkan strategi manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan jabatan di masa mendatang.

Sebanyak 1.956 ASN yang terdiri atas 1.636 pegawai negeri sipil (PNS) dan 320 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) menjadi basis dalam pemetaan potensi, kinerja dan kompetensi aparatur.

Strategi tersebut dipaparkan Pemkot Padang Panjang dalam Ekspos Manajemen Talenta ASN di Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Selasa.

Ekspos yang berlangsung di hadapan Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen Aparatur Sipil Negara BKN Herman itu memaparkan profil ASN, hasil pemetaan talenta, pengembangan kompetensi dan karier, hingga rencana penyiapan calon suksesor untuk sejumlah jabatan target.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengatakan manajemen talenta tidak cukup hanya dilakukan melalui pemetaan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan program pengembangan yang berdampak terhadap kinerja organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Pengembangan ASN harus dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi dan kinerja. Kita ingin setiap ASN memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi. Pada akhirnya, peningkatan kualitas ASN harus bermuara pada pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Hendri.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang Kuartini Deti Putri memaparkan penerapan metode 9-Box dalam pemetaan talenta. Metode tersebut digunakan untuk melihat keterkaitan antara kinerja dan potensi ASN sebagai dasar menentukan arah pengembangan kompetensi dan karier.

Menurut Kuartini, hasil pemetaan talenta selanjutnya menjadi dasar dalam menyiapkan aparatur sesuai kebutuhan organisasi.

“Talent mapping tidak berhenti pada pemetaan. Hasilnya harus ditindaklanjuti melalui pengembangan kompetensi dan karier, sehingga setiap talenta memiliki arah pengembangan yang jelas dan organisasi memiliki kesiapan sumber daya manusia untuk kebutuhan ke depan,” katanya.

Pemkot Padang Panjang juga melakukan pendalaman terhadap calon suksesor untuk sejumlah jabatan target melalui tahapan wawancara, presentasi, ujian tertulis, penilaian kompetensi teknis dan rekam jejak.

Tahapan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan talenta sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sebelum seorang ASN dipertimbangkan untuk menduduki jabatan tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.

Penerapan Manajemen Talenta ASN tersebut diselaraskan dengan arah pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Padang Panjang Nomor 2 Tahun 2025 tentang RPJMD Kota Padang Panjang 2025-2029.

Dalam kesempatan itu, Herman memberikan penguatan terhadap langkah yang dilakukan Pemkot Padang Panjang dengan menekankan pentingnya kualitas data, objektivitas pemetaan dan konsistensi tindak lanjut.

“Manajemen Talenta perlu didukung data yang baik dan pemetaan yang objektif. Hasilnya menjadi dasar dalam pengembangan kompetensi, perencanaan karier dan penyiapan suksesor sesuai kebutuhan organisasi,” ujarnya.

Pemkot Padang Panjang selanjutnya mengarahkan Manajemen Talenta ASN sebagai satu rangkaian pengelolaan aparatur, mulai dari profiling, pemetaan talenta, pengembangan kompetensi dan karier hingga penyiapan suksesi jabatan untuk mendukung pencapaian pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.