Pemkot Jakpus pastikan kebutuhan korban kebakaran Paseban terpenuhi

Pemkot Jakpus pastikan kebutuhan korban kebakaran Paseban terpenuhi

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Pusat memastikan kebutuhan dasar warga terdampak kebakaran di Paseban, Kecamatan Senen, terpenuhi, mulai dari perlengkapan sekolah hingga layanan kesehatan dan penggantian dokumen kependudukan.

"Kami data seluruh warga terdampak, termasuk anak-anak yang bersekolah. Ada pakaian sekolah, seragam, tas, dan perlengkapan belajar yang ikut terbakar. Tentu kami akan membantu agar mereka bisa kembali bersekolah dengan baik," kata Wali Kota Jakarta Pusat Arifin saat meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran di Paseban, Jumat.

Arifin mengatakan pendataan terhadap anak-anak korban kebakaran telah dilakukan, termasuk siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, baik laki-laki maupun perempuan.

Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran dapat segera dipenuhi sehingga aktivitas belajar mereka tidak terganggu.

Selain kebutuhan pendidikan, Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) juga membuka posko pelayanan bagi warga yang kehilangan dokumen kependudukan akibat kebakaran.

Dokumen yang dapat dilayani untuk diterbitkan kembali, antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan akta kelahiran.

Arifin mengatakan pelayanan juga mencakup kartu layanan masyarakat yang ikut terbakar, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), BPJS Kesehatan, kartu gratis TransJakarta, dan dokumen lainnya.

"Semua akan kami bantu perbarui dan diterbitkan kembali," ujarnya.

Untuk bidang kesehatan, Puskesmas telah menyiapkan tenaga medis guna melakukan pemeriksaan terhadap warga yang mengungsi.

Layanan tersebut terutama ditujukan bagi warga yang kehilangan obat-obatan akibat kebakaran dan memiliki penyakit yang membutuhkan pengobatan rutin.

Sementara itu, terkait kebutuhan tempat tinggal, Pemkot Jakarta Pusat terlebih dahulu mendata jumlah rumah yang terdampak dan terbakar sebelum menginventarisasi bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada warga.

Arifin mengatakan bantuan pembangunan kembali rumah warga juga akan dikoordinasikan, termasuk dengan mempertimbangkan dukungan dari Baznas Bazis DKI Jakarta.

"Kami data terlebih dahulu jumlah rumah yang terdampak dan terbakar. Setelah itu, kami akan menginventarisasi bantuan yang bisa diberikan," ujarnya.

Sebelumnya, kebakaran di Paseban mengakibatkan 15 rumah terbakar dengan dampak terhadap 35 kepala keluarga atau sebanyak 95 jiwa.

Sejak Kamis (20/8) malam, Pemkot Jakarta Pusat bersama dinas terkait telah menyiapkan tenda pengungsian di SDN 05 Paseban.

Tenda ditempatkan di area luar kelas agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan aktivitas olahraga di sekolah tersebut.

Baca juga: Kebakaran 15 rumah di Paseban berhasil dipadamkan

Baca juga: 29 unit damkar dikerahkan padamkan kebakaran rumah di Paseban

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.