Pemkot Bukittinggi salurkan donasi dan bantuan keuangan khusus untuk NTT
Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) donasikan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) serta alokasi bantuan keuangan khusus (BKK) 2026.
Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, Jumat (18/9) menyampaikan bantuan untuk masyarakat NTT merupakan salah satu bentuk kepedulian dan duka mendalam masyarakat Bukittinggi.
Bantuan awal berupa donasi yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) Kota Bukittinggi, sedekah masyarakat melalui Baznas, serta dukungan BUMD, BPRS Jam Gadang, PDAM dan Bank Nagari, telah terkumpul sebesar Rp 70 juta.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Kabupaten Nagekeo yang termasuk daerah dengan kerusakan cukup parah yang secara simbolis diserahkan melalui dalam jaringan (Daring) ke pemerintah daerah di NTT.
“BKK dari dana APBD juga akan kita berikan. Saat ini masih berproses dan telah masuk dalam anggaran perubahan APBD 2026. Kita sedang menunggu evaluasi gubernur. Setelah evaluasi selesai dan DPA anggaran perubahan selesai, kita akan segera transfer uangnya,” ujar Rismal Hadi.
BKK tersebut direncanakan sebesar Rp 500 juta yang dibagi untuk tiga kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo. Ketiga daerah tersebut dipilih karena mengalami kerusakan lebih berat dibandingkan kabupaten lainnya.
"Meskipun hampir seluruh wilayah NTT terdampak gempa, bantuan difokuskan kepada tiga kabupaten tersebut. Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah di NTT,” katanya.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Nagekeo, NTT, Imanuel Ndun, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Bukittinggi atas donasi yang telah diberikan kepada Kabupaten Nagekeo.
Ia menyebut pada tanggal 15 Agustus 2026, NTT telah dilanda gempa dengan magnitudo 7,7 skala richter, di antaranya ada 45 desa yang berada di wilayah pesisir pantai melakukan evakuasi mandiri ke wilayah pegunungan dan bukit-bukit.
Hingga pada dua minggu awal setelah gempa, upaya yang dilakukan fokus pada evakuasi masyarakat yang berada di area pegunungan dan bukit.
"Kami melakukan evakuasi kepada 18.000 hingga 20.000 masyarakat yang berada di daerah pegunungan, karena mereka hanya tidur di alam bebas. Selain itu, dampak dari gempa menyebabkan 20 orang meninggal dunia dan 7.968 rumah mengalami kerusakan," katanya.
Bantuan donasi diberikan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari masyarakat Kota Bukittinggi kepada masyarakat yang berada di Kabupaten Nagekeo.