Pemkot Bengkulu kirim sampel laboratorium terkait dugaan kasus campak - ANTARA News Bengkulu

Pemkot Bengkulu kirim sampel laboratorium terkait dugaan kasus campak - ANTARA News Bengkulu

Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, melakukan uji laboratorium melalui rujukan resmi guna melakukan penyelidikan epidemiologi menyusul adanya temuan sekitar 500 dugaan...

Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, melakukan uji laboratorium melalui rujukan resmi guna melakukan penyelidikan epidemiologi menyusul adanya temuan sekitar 500 dugaan kasus campak pada anak yang terdeteksi melalui laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Hal tersebut dilakukan guna memastikan secara valid apakah lonjakan kasus tersebut murni disebabkan oleh virus campak atau indikasi medis lain.

"Berdasarkan laporan SKDR memang terdapat sekitar 500 dugaan kasus campak. Namun, untuk memastikan diagnosisnya, kami telah mengirimkan 29 sampel untuk diperiksa di laboratorium. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelly Hartati di Bengkulu, Jumat.

Ia menyebut, nantinya hasil pengujian spesimen tersebut akan menjadi basis data ilmiah sekaligus parameter utama bagi instansi untuk menetapkan status medis terhadap ratusan dugaan kasus yang dilaporkan.

Kemudian, hasil tersebut nantinya dapat menjadi bahan edukasi bahwa pada hakikatnya sistem SKDR bekerja sebagai instrumen peringatan dini yang merekam dan mengelompokkan potensi sebaran penyakit menular berdasarkan kemiripan gejala klinis di lapangan.

Untuk itu, seluruh grafik laporan yang masuk ke sistem bersifat indikatif awal, sehingga wajib melewati tahapan verifikasi berkala dan konfirmasi laboratorium sebelum disimpulkan sebagai kasus positif campak.

Di sisi lain, Nelly mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar tetap tenang dan tidak panik. Meski demikian, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan karena balita merupakan kelompok yang paling rentan terhadap bahaya penularan campak.

"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu memantau kondisi kesehatan anaknya. Jika muncul gejala seperti demam, ruam kemerahan, batuk, pilek, atau mata merah, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan," sebut dia.

Sementara itu, ia menegaskan bahwa pemenuhan hak imunisasi anak merupakan benteng pertahanan paling kuat dalam memutus rantai penularan campak di lingkungan masyarakat.

Oleh karena itu, Nelly meminta para orang tua untuk memeriksa kembali buku kesehatan anak dan memastikan buah hati mereka telah menerima dosis imunisasi dasar secara lengkap dan sesuai jadwal.

"Imunisasi sangat penting sebagai perlindungan terhadap campak. Kami mengajak seluruh orang tua yang anaknya belum mendapatkan imunisasi agar segera melengkapinya di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," tegas Nelly.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.