Pemkab Bekasi tata Pasar Cikarang secara bertahap tingkatkan aktivitas ekonomi - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan penataan kawasan Pasar Cikarang seluas 2,6 hektare secara bertahap guna menciptakan lingkungan yang lebih nyaman sekaligus mendorong peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat di salah satu pusat perniagaan tertua daerah itu.
Kepala UPTD Pasar Wilayah IV Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Hasyim Adnan menyatakan sejumlah perbaikan fisik melalui dukungan pemerintah maupun program tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan atau 'Corporate Social Responsibility' (CSR) mulai memberikan perubahan signifikan terhadap tampilan pasar.
"Wajah Pasar Cikarang kini mulai terlihat lebih rapi dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung," kata HasyimΒ Adnan di Cikarang, Rabu.
"Setelah kunjungan tersebut, banyak perubahan yang langsung dilakukan. Trotoar diperbaiki dan dicat merah, pagar diganti serta dicat putih," katanya.
Tak cukup di situ, melalui program CSR Bank Jabar Banten (BJB), area pasar juga dilakukan pengaspalan. Bagian muka depan pasar turut diperbaiki dengan pergantian kanopi disertai pekerjaan pengecatan.
Hasyim menjelaskan area penataan membentang dari belakang pos polisi hingga Jalan Suwadaya, meliputi sisi Pasar Seng sampai kawasan Pasar Permai. Penetapan batas pengelolaan tersebut menjadi dasar pengaturan relokasi pedagang, penyediaan lahan parkir hingga optimalisasi pengelolaan retribusi pasar.
Penataan tidak hanya menyasar infrastruktur tetapi juga pengaturan aktivitas pedagang agar ruang publik bisa dimanfaatkan secara lebih efektif. Saat ini pedagang malam direlokasi sementara sehingga pada pagi hingga siang, area itu difungsikan sebagai lahan parkir sehingga membuat kondisi pasar lebih tertib.
Baca juga: Pemprov Jabar bantu perbaikan Pasar Baru Cikarang melalui program CSR
"Pedagang malam yang berjualan di depan pasar jumlahnya 200 sampai 220 orang. Siang hari kondisi pasar sudah jauh lebih rapi, tetapi pada malam hari masih perlu penataan lanjutan karena aktivitas pedagang kembali padat," katanya.
Sebagai bagian dari proses penataan, sejumlah meja dagang, tunggak dan perlengkapan pedagang sementara dipindahkan ke area basement maupun toko-toko kosong agar ruang sirkulasi pasar menjadi lebih lega.
"Pekerjaan fisik banyak didukung melalui CSR, sementara pengawasan tetap menjadi tanggung jawab tim pengelola pasar," katanya.
Dirinya mengaku aspek kebersihan turut menjadi perhatian utama penataan. Saat ini tersedia tiga titik tempat sampah di bagian bawah pasar yang akan terus dirapikan pengelolaannya.
Pembersihan rutin pun dilakukan setiap hari sehingga kondisi pasar pada siang hari semakin bersih dan nyaman meskipun penanganan kebersihan pada malam hari masih menjadi fokus pembenahan berikutnya.
"Kami berharap perubahan ini mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk berbelanja di pasar. Jika pengunjung meningkat, tentu retribusi pasar juga akan meningkat selain berdampak positif terhadap perekonomian para pedagang," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.