Pemkab Bangka Tengah perkuat sosialisasi cegah karhutla saat kemarau - ANTARA News Bangka Belitung

Pemkab Bangka Tengah perkuat sosialisasi cegah karhutla saat kemarau - ANTARA News Bangka Belitung

Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat, seiring musim kemarau yang berlangsung dalam dua bulan terakhir.

Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Minggu, mengatakan penguatan sosialisasi dilakukan karena keterbatasan sarana pendukung dalam menghadapi potensi karhutla.

"Karena keterbatasan sarana pendukung, maka sosialisasi pencegahan diperkuat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat menjaga hutan dari kebakaran," katanya.

Efrianda meminta pemerintah desa menjadi garda terdepan dalam mengajak masyarakat mencegah dan mengantisipasi karhutla, terutama dengan mengenali potensi kebakaran sejak dini.

"Kita mengharapkan pihak desa sudah mengetahui potensi kebakaran itu sejak awal, sehingga bisa dicegah sebelum terjadi kebakaran dalam skala luas," ujarnya.

Menurut Efrianda, penanganan sejak dini memungkinkan titik api segera diredam oleh masyarakat sebelum api meluas dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

"Terkadang kebakaran terlambat dipadamkan karena sarana pendukung kalah cepat dari kobaran api yang membakar hutan dalam keadaan kering," katanya.

Efrianda juga meminta masyarakat segera melaporkan kebakaran kepada petugas terkait apabila api mulai meluas, termasuk memanfaatkan layanan Polri 110.

"Dengan kondisi saat ini musim kemarau cukup panjang, seluruh petugas damkar dan Tagana meningkatkan kesiapsiagaan selama 24 jam," ujarnya.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Bangka Tengah, hingga Agustus sebelumnya tercatat 81 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak 146 hektare.

Data terbaru hingga 21 Agustus menunjukkan jumlah kejadian meningkat menjadi 110 kasus dengan luas lahan terdampak mencapai 178,92 hektare atau terjadi penambahan 29 kejadian karhutla dan 32,92 hektare luas lahan terdampak.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.