Pelajar di Palmerah dibacok pada bagian kepala oleh sekelompok OTK
Jakarta (ANTARA) - Seorang pelajar menjadi korban pembacokan pada bagian kepalanya oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTK), yang diduga sesama pelajar di Jalan Kali Sekretaris, dekat SMP 101 Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.
Korban Davi Sepriansah (16) menceritakan insiden itu terjadi pada Senin (27/7) sekitar pukul 15.30 WIB, saat ia sedang mengantar saudaranya yang bernama Abas (16) ke rumahnya.
"Sampai dekat rumahnya dia (Abas), dia di depan saya, saya di belakang. Habis itu, saudara saya hampir ditabrak, jadi dia menghindar. Nah, jadinya tuh saya di belakangnya. Saya nengok kiri dulu nih, karena ngeri ada motor. Pas saya nengok kanan, saya dibacok di sininya (kepala)," kata Davi di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pelaku pembacokan itu berjumlah empat orang dan menggunakan dua sepeda motor.
Baca juga: Polisi ringkus pelaku pembacokan di Tomang Jakbar
Dalam ingatannya, salah satu pelaku mengeluarkan senjata sejenis mistar panjang dan langsung membacok kepalanya.
"Pas habis bacok, mereka langsung kabur. Saya kan teriak tuh, kayak syok banget gitu. Dia (saudara saya) megangin kepala, saya teriak-teriak tuh, dia (pelaku) kabur ke kiri," ungkap Davi.
Pelaku pembacokan itu, kata dia, menggunakan jaket serta masker. Salah satu terduga pelaku juga nampak mengenakan celana sekolah.
Akibat kejadian itu, Davi harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan tiga jahitan di kepalanya.
Kakak korban Devi Mariana (30) mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan ke kepolisian. Ia pun berharap para pelaku dapat segera ditangkap.
"Sudah lapor ke polisi, diserahkan ke Polres karena katanya ini berkaitan dengan anak-anak," tutur Devi.
Baca juga: Remaja di Pasar Rebo dibacok dengan celurit oleh geng motor
Baca juga: Polisi ungkap kronologi lengkap pembacokan di Cakung Jaktim
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.