PBNU luncurkan tema dan logo Hari Santri serukan perkuat akar keilmuan

PBNU luncurkan tema dan logo Hari Santri serukan perkuat akar keilmuan

PBNU luncurkan tema dan logo Hari Santri serukan perkuat akar keilmuan

Sabtu, 3 Oktober 2026 06:20 WIB

Image Print

Logo Hari Santri 2026 PBNU. ANTARA/HO-PBNU

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan tema dan logo Hari Santri 2026, dengan tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” sebagai penegasan atas peran santri dalam merawat tradisi keilmuan pesantren sekaligus menjaga persatuan Indonesia.

“Santri harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Akar kita adalah tradisi keilmuan pesantren, sanad, adab, dan nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Gudfan Arif di Jakarta, Jumat.

Menurut Gus Gudfan, akar tradisi yang kuat menjadi bekal bagi santri untuk hadir menjawab berbagai tantangan baru. Santri tidak cukup hanya menjaga tradisi, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat, bangsa, dan negara.

Gus Gudfan menjelaskan frasa “Menjaga Keutuhan Negeri” mengingatkan kembali perjalanan panjang kaum santri dalam sejarah Indonesia.

Semangat tersebut juga dituangkan dalam logo Hari Santri 2026 yang menampilkan sejumlah elemen utama, yakni akar, kitab terbuka, kubah, dan bintang.

Akar melambangkan tradisi dan sanad keilmuan yang kokoh. Kitab menggambarkan ilmu pengetahuan serta tradisi intelektual pesantren. Kubah merepresentasikan nilai spiritual dan kehidupan keagamaan, sementara bintang menggambarkan cita-cita luhur yang menerangi perjalanan santri.

“Kitab mengingatkan bahwa santri tumbuh bersama ilmu. Akar mengingatkan dari mana kita berasal. Kubah menunjukkan landasan spiritual, sedangkan bintang menjadi simbol cita-cita dan arah pengabdian,” ujar Gus Gudfan.

Peluncuran tema dan logo Hari Santri 2026 juga menjadi bagian dari momentum baru PBNU setelah diumumkannya susunan Pengurus PBNU Masa Khidmah 2026–2031. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat konsolidasi organisasi dan pengabdian NU kepada umat, bangsa, dan negara.

Gus Gudfan menegaskan Hari Santri tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum ini harus menjadi pengingat untuk terus menghidupkan nilai-nilai pesantren dalam kehidupan masyarakat.

“Tradisi itu bukan sekadar untuk dikenang. Tradisi harus dihidupkan. Di dalamnya ada ilmu, adab, keteladanan, kepedulian kepada sesama, dan tanggung jawab menjaga negeri,” katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBNU luncurkan tema dan logo Hari Santri serukan perkuat akar keilmuan

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026