Pawai Ta'aruf MTQ Nasional XXXI di Jateng tampilkan keragaman budaya Indonesia - ANTARA News Megapolitan

Pawai Ta'aruf MTQ Nasional XXXI di Jateng tampilkan keragaman budaya Indonesia - ANTARA News Megapolitan

Semarang (ANTARA) - Pawai Ta'aruf Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang melintas di sejumlah jalan protokol Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, menjadi panggung kolosal yang menampilkan keragaman budaya Indonesia.

Beragam pakaian adat, ornamen budaya, musik, hingga atraksi drumband mewarnai pergelaran yang menjadi rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI tersebut.

Sedikitnya 46 defile dari berbagai provinsi di Indonesia, kabupaten/kota, serta instansi dan lembaga di Jateng ambil bagian dalam pawai yang menempuh rute sekitar 2,5 kilometer, dari Balai Kota Semarang hingga halaman Kantor Gubernur Jateng.

Pawai diawali penampilan atraktif drumband atau Korps Musik Taruna (Korsiktar) Universitas Maritim AMNI (Unimar AMNI) Semarang yang langsung menghidupkan suasana sebelum rombongan defile dari berbagai daerah melintas.

Setelah itu, satu per satu defile kemudian menampilkan identitas daerah masing-masing, dengan pakaian adat dan simbol budaya dari berbagai penjuru Indonesia berpadu dalam satu iring-iringan.

Baca juga: Kafilah MTQ Nasional mulai tiba di Semarang

Tak hanya dari provinsi peserta MTQ Nasional, sejumlah daerah dan lembaga di Jateng juga ikut memeriahkan pawai, salah satunya defile Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang yang menampilkan perwakilan dari berbagai agama.

Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang memenuhi sejumlah tempat sepanjang rute pawai untuk menyaksikan iring-iringan peserta, mengabadikan penampilan defile, hingga memberikan sambutan ketika rombongan melintas.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen yang menyambut para peserta bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi antusiasme provinsi dan kabupaten/kota yang ikut dalam Pawai Ta'aruf MTQ Nasional.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada 35 kabupaten/kota di Jateng yang turut mengirimkan defile untuk memeriahkan pelaksanaan Pawai Ta'aruf MTQ Nasional XXXI.

Menurut dia, pawai ta'aruf menjadi ruang untuk memperlihatkan kebudayaan dan adat dari berbagai daerah, sekaligus mempertemukan keberagaman dalam satu momentum MTQ Nasional.

Ia menambahkan kemeriahan pawai juga menunjukkan bahwa MTQ dapat menjadi ruang kebersamaan tanpa melihat perbedaan suku, ras, maupun agama.

"Ini kita tahu bahwa ini adalah sebuah keberkahan buat kita bersama, tidak melihat suku, ras, agama, semuanya kumpul, kita bersatu," katanya.

Ketua Kafilah Papua Tengah Wahyu Budi Santoso mengatakan rombongannya menampilkan pakaian adat dari Papua Tengah, termasuk simbol burung cenderawasih yang dikenal sebagai salah satu identitas khas Papua.

"Dalam kegiatan pawai ta'aruf kami menampilkan pakaian adat-adat di Papua Tengah," katanya.

Salah satu peserta dari Papua Tengah, Emi Titin Indrawati, menjelaskan bahwa pakaian dan perlengkapan yang dikenakan rombongan merepresentasikan kebudayaan Kabupaten Mimika dan sejumlah suku di Papua Tengah.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.