Paus Leo sampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi NTT
Paus Leo sampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi NTT
Jumat, 21 Agustus 2026 06:01 WIB
Bangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Manggarai mengalami kerusakan akibat gempa bumi di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Hingga Kamis (20/8) pagi, BNPB mencatat sebanyak 804 fasilitas pendidikan terdampak bencana gempa bumi NTT. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta (ANTARA) - Paus Leo XIV menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Ungkapan duka cita tersebut diunggah pada laman media sosial KBRI Vatikan, Kamis (20/8).
Dalam telegram yang ditujukan kepada Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, dan ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, Paus Leo XIV menyatakan dirinya “sangat sedih” atas kehancuran dan penderitaan yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.
“Paus menyampaikan solidaritas dan kedekatan spiritual kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” demikian keterangan KBRI Vatikan, mengutip telegram pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia itu.
Paus Leo XIV juga mendorong para pemimpin Gereja dan otoritas sipil untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan, serta menyampaikan doa seraya memohon berkat ilahi berupa penghiburan dan kekuatan bagi seluruh keluarga serta masyarakat yang terdampak.
Gempa bumi tersebut mengakibatkan sedikitnya 75 korban tewas dan 907 orang luka-luka, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BNPB mengimbau masyarakat di NTT untuk tetap waspada dan siaga menyusul masih tingginya aktivitas gempa susulan.
Hingga Kamis pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 3.752 gempa susulan terjadi di wilayah terdampak. Salah satu gempa susulan yang dirasakan pada Kamis terjadi pada pukul 10.47 waktu setempat dengan kekuatan 5,7 magnitudo.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Paus Leo sampaikan duka cita atas gempa bumi NTT
Pewarta : Yashinta Difa
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026