Pasokan lobster menurun, pengepul cari pasokan dari luar - ANTARA News Kalimantan Barat
Gorontalo (ANTARA) - Pengepul lobster di Kabupaten Boalemo, Gorontalo harus mencari pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan pasar karena pasokan lobster dari nelayan lokal di Desa Bajo, mengalami penurunan drastis.
Pengepul lobster Yulfa Sabiku mengatakan hasil tangkapan lobster nelayan Desa Bajo yang biasanya mencapai 20-25 kilogram kini hanya sekitar 3-5 kilogram.
"Pemasukan dari nelayan lobster sudah kurang, sedangkan orang yang butuh atau pembeli banyak. Makanya saya tidak hanya mengandalkan nelayan lokal, harus mengambil dari luar," kata Yulfa di Desa Bajo, Minggu.
Menurut dia, penurunan pasokan juga terjadi pada sejumlah komoditas hasil laut lainnya. Nelayan yang sebelumnya dapat membawa sekitar 30 kilogram ikan, kini hasil tangkapannya ikut berkurang, begitu pula dengan kepiting.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus menyesuaikan pola pengadaan agar permintaan konsumen tetap dapat dipenuhi.
Yulfa mengatakan pembeli lobster di antaranya berasal dari sejumlah rumah makan di wilayah Gorontalo.
Ia menjelaskan, dari sisi harga, lobster kipas dibeli dari nelayan lokal biasa dibeli dengan harga sekitar Rp80 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram, tergantung ukuran. Lobster bambu berada pada kisaran Rp200 ribu-Rp350 ribu per kilogram, sedangkan lobster mutiara mencapai Rp500 ribu-Rp800 ribu per kilogram.
Lobster tersebut kemudian dipasarkan kembali dalam keadaan mentah dengan harga sekitar Rp200 ribu-Rp250 ribu per kilogram untuk jenis kipas, Rp250 ribu-Rp600 ribu untuk lobster bambu, dan Rp1 juta-Rp1,5 juta per kilogram untuk lobster mutiara.
Selain lobster, Yulfa juga mengambil cumi dan hasil laut lainnya ketika pasokan lobster dari nelayan tidak mencukupi.
"Tangkapan juga bercampur banyak ikan kecil, maka kami berdayakan dengan membuat ikan asin biar tidak terbuang karena kalau tidak diolah tidak bisa," ujarnya.
Usaha pengepulan hasil laut tersebut telah dijalankan Yulfa sejak 2024. Hingga kini, usahanya masih bergantung pada hasil tangkapan nelayan dan belum mengembangkan budidaya lobster.
Pewarta: Faradila Alim
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.