Pariaman bangun kembali kios sala di Pantai Gandoriah melalui TKD

Pariaman bangun kembali kios sala di Pantai Gandoriah melalui TKD

Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat membangun kembali kios sala di Pantai Gandoriah melalui dana transfer ke daerah (TKD) yang dikembalikan oleh pemerintah pusat ANTARA News sumbar 21 ...

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat membangun kembali kios sala di Pantai Gandoriah melalui dana transfer ke daerah (TKD) yang dikembalikan oleh pemerintah pusat karena fasilitas pendukung daya tarik wisata tersebut mengalami kerusakan yang kemudian kondisinya diperparah oleh bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun lalu.

"Pembangunan kios sala dilakukan karena selain rusak sehingga berdampak langsung pada UMKM juga terdapat dalam dokumen R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana)," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan pembangunan fasilitas pendukung daya tarik wisata yang ditargetkan mulai dikerjakan September 2026 dengan anggaran sekitar Rp270 juta tersebut sekarang masih dalam tahapan penyusunan dokumen perencanaan yang ditargetkan selesai dalam pekan ini.

Ia menyampaikan Pemkot Pariaman juga membuatkan saluran pembuangan limbah produksi sala pada kios tersebut sehingga melalui kegiatan fisik itu tidak saja dapat mempercantik kawasan objek wisata unggulan daerah namun juga meminimalisir pencemaran lingkungan.

"Lokasi pembangunan masih sama dengan yang sekarang dan jumlah kios yang akan dibangun tujuh atau delapan kios. Kami juga membuatkan saluran pembuangan limbah," katanya.

Menurutnya dengan limbah produksi yang dikelola dengan baik maka kawasan itu jauh lebih bersih dari sebelumnya sehingga menarik lebih banyak wisatawan untuk membeli kudapan khas daerah tersebut yang akhirnya berdampak pada pendapatan pelaku UMKM.

Ferialdi mengungkapkan awalnya di dalam TKD tersebut ada tiga kegiatan fisik yang akan dilaksanakan oleh organisasi perangkat daerah itu selain pembangunan kembali kios sala, yaitu pemasangan rumput sintetis di Pantai Gandoriah serta pembuatan paving blok dan pos retribusi di pos kereta api.

"Untuk ketiganya anggaran yang dibutuhkan mencapai satu koma dua miliar rupiah," ujarnya.

Namun, lanjutnya dua kegiatan lainnya tersebut ditangguhkan sedangkan pembangunan kios dilanjutkan karena kerusakan infrastruktur penunjang perekonomian UMKM di kawasan wisata itu bertambah parah akibat bencana alam sehingga masuk ke dalam dokumen R3P.

Sebelumnya, sejumlah fasilitas wisata di Pariaman mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025.


Adapun fasilitas yang terdampak yaitu di antaranya atap Kantor Disparbud dan shelter bencana, musala di Pulau Angso Duo, Pentas Seni Pantai Kata, Pentas Seni Pantai Gandoriah, pos pariwisata, Gedung Tourist Information Center (TIC) dan kios sala di Pantai Gandoriah.