Papua Tengah investasi bangun generasi OAP lewat bantuan balita - ANTARA News Papua Tengah
Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai menginvestasikan pembangunan kualitas generasi Orang Asli Papua (OAP) sejak usia dini melalui Program Bangkit Papua Tengah dengan memberikan bantuan Rp350 ribu per bulan kepada 4.000 balita.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa di Nabire, Rabu, mengatakan program Bangkit Papua Tengah atau Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh merupakan inisiatif afirmasi yang berfokus pada perlindungan sosial, kesehatan, dan pemenuhan gizi keluarga OAP.
"Program ini kita launching hari ini untuk empat kabupaten. Satu kabupaten 1.000 anak balita, jadi totalnya 4.000 anak balita akan dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan memberikan insentif setiap bulan Rp350.000," kata Meki.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut diberikan kepada balita OAP sejak usia 0 hari hingga empat tahun dan disalurkan langsung kepada ibu atau wali perempuan melalui bank atau titik pembayaran yang ditetapkan.
Dana bantuan itu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi, makanan pendamping air susu ibu (MPASI), vitamin, serta biaya pendidikan anak usia dini (PAUD).
Menurut Meki, tahap awal Program Bangkit Papua Tengah menyasar masing-masing 1.000 balita di Kabupaten Intan Jaya, Puncak Jaya, Paniai, dan Dogiyai.
Pemprov Papua Tengah selanjutnya akan memperluas program tersebut ke empat kabupaten lainnya sehingga total sasaran penerima ditargetkan mencapai sekitar 8.000 balita.
"Dan tahun depan kita akan gabungkan lagi empat kabupaten yang lain. Kalau 4.000 ditambah 4.000, nanti dibiayai sekitar 8.000 anak balita mulai dari 0 hari sampai dengan 4 tahun untuk kita memperkuat generasi muda dari bawah," ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki kesehatan dan pemenuhan gizi balita, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Selain itu, bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan pangan lokal serta memperluas akses keluarga terhadap layanan keuangan.
Ia menilai investasi pembangunan manusia perlu dimulai sejak masa awal pertumbuhan karena kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi pada usia dini akan berpengaruh terhadap perkembangan anak pada tahap berikutnya.
"Program ini merupakan sebuah inisiatif afirmasi yang berfokus pada perlindungan sosial, peningkatan kesehatan, serta pemenuhan gizi bagi keluarga Orang Asli Papua," katanya.
Meki berharap Program Bangkit Papua Tengah menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat generasi OAP sekaligus memastikan pembangunan di Papua Tengah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sejak usia paling dini.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.