Panahan petakan kekuatan rival Asian Games 2026
Panahan petakan kekuatan rival Asian Games 2026
Selasa, 25 Agustus 2026 05:57 WIB
Atlet panahan membidik sasaran pada babak kualifikasi kejuaraan panahan Satria Legawa Pro Championship 2026 di Jakarta International Equestrian, Jakarta, Minggu (23/8/2026). Sebanyak 883 atlet dari 158 klub dalam negeri dan 80 atlet dari enam negara yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Prancis dan Kanada berlaga di kejuaraan tersebut yang berlangsung di Jakarta pada 21-25 Agustus 2026. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.
Jakarta (ANTARA) - Tim pelatih panahan recurve Indonesia memanfaatkan data pertandingan melalui platform IANSEO untuk memetakan kekuatan rival menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Pelatih tim recurve Indonesia Hendra Setiawan mengatakan pemantauan hasil kompetisi internasional menjadi salah satu cara mengetahui perkembangan negara-negara pesaing ketika tim Merah Putih tidak mengikuti rangkaian Piala Dunia tahun ini.
“Ada istilahnya jejak digital. Jadi setiap event kami lihat di IANSEO. Kami bisa lihat dengan posisi kami yang sekarang ini ada di mana," kata Hendra di Jakarta, Senin.
Salah satu turnamen yang menjadi rujukan tim pelatih adalah seri keempat Piala Dunia Panahan 2026 di Madrid, Spanyol, pada 7-12 Juli.
Pada babak kualifikasi recurve putri, Li Jiaman dari China memimpin dengan 673 poin, diikuti Marie Horackova asal Ceko dengan 671 poin.
Pemanah Korea Selatan Oh Yejin dan Kirti dari India sama-sama mengumpulkan 668 poin, sedangkan wakil China Zhu Jingyi berada tepat di belakang mereka dengan 667 poin.
Persaingan negara-negara Asia juga terlihat pada nomor beregu putri. Korea Selatan memimpin kualifikasi dengan total 1.996 poin, disusul China 1.993 poin dan India 1.976 poin.
Setelah membandingkan hasil tersebut dengan perkembangan atlet selama latihan, Hendra menilai Indonesia masih memiliki kemampuan untuk bersaing.
"Saya melihat World Cup terakhir di Madrid, kami tidak jauh-jauh dengan mereka. Dengan skor-skor mereka, kami sudah pernah mendapatkan di sini," ujar Hendra.
Meski demikian, Hendra tidak menjadikan perbandingan skor sebagai jaminan hasil di Asian Games karena performa dalam latihan dan pertandingan memiliki tekanan yang berbeda.
Menurut dia, keyakinan atlet dan pelatih menjadi faktor penting untuk membawa kemampuan yang telah ditunjukkan selama latihan ke arena kompetisi.
"Kalau dari hasil skor, insya Allah kami bisa bersaing. Antara atlet dan pelatih harus sama-sama yakin. Kalau pelatih yakin tetapi atlet tidak, atau sebaliknya, itu tidak bisa menyatu," kata Hendra.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mempertandingkan panahan nomor recurve dan compound di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Prefektur Aichi.
Baca juga: Tim Panahan Kalteng tetap latihan meski arena PON diguyur hujan
Baca juga: Langkah Diananda kandas di babak perempat final Olimpiade
Baca juga: Diananda Choirunisa atasi perlawanan sengit atlet Amerika Serikat
Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor: Rajib Rizali
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.