Pakar UNAND-Filipina kolaborasi teliti pangan lokal asal Sumbar
Pakar UNAND-Filipina kolaborasi teliti pangan lokal asal Sumbar
Selasa, 14 Juli 2026 18:24 WIB
Pakar sekaligus guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat (Sumbar) Prof Helmizar. Antara/HO-Humas Universitas Andalas
Padang (ANTARA) - Pakar sekaligus guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat (Sumbar) Prof. Helmizar melakukan penelitian bersama dengan Pierangeli G. Vital seorang peneliti dari University of the Philippines Diliman untuk meneliti pangan lokal asal Ranah Minang.
"Kerja sama ini fokus pada pengembangan pangan fungsional berbasis dadih," kata pakar sekaligus guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNAND di Padang, Selasa.
Prof. Helmizar mengatakan dadih merupakan pangan fermentasi tradisional khas Sumbar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan ilmiah dan teknologi modern. Dalam penelitian tersebut, tim mengembangkan berbagai inovasi berbasis dadih.
Mulai dari kajian kandungan probiotik hingga pengolahan menggunakan teknologi spray dryer sehingga menghasilkan tepung dadih yang memiliki masa penyimpanan yang lebih panjang tanpa menghilangkan karakteristik utama sebagai pangan fermentasi.
Produk tersebut kemudian menjadi bahan baku pengembangan berbagai pangan fungsional seperti roti bergizi, makanan pendamping air susu ibu serta formulasi pangan berbahan baku lokal yang memanfaatkan sorgum, ubi jalar merah, jagung, kacang merah dan kedelai.
Ia mengatakan pendekatan penelitian tersebut tidak hanya mengoptimalkan potensi dadih, tetapi juga memperkuat pemanfaatan sumber daya pangan lokal Indonesia melalui inovasi berbasis riset. Sebagai bagian dari hilirisasi hasil penelitian, UNAND juga mengembangkan mini plant atau teaching factory pangan fungsional.
Fasilitas tersebut menjadi sarana pembelajaran sekaligus pusat pengembangan produk hasil riset sehingga inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat berlanjut menuju proses produksi dan pemanfaatan oleh masyarakat maupun industri.
Ia menambahkan kolaborasi internasional tidak hanya memperkuat kualitas penelitian, tetapi juga membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pengembangan inovasi yang memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pakar UNAND-Filipina kolaborasi teliti pangan lokal asal Sumbar