OJK: Kinerja perbankan Kepri tumbuh positif lampaui rata-rata nasional
OJK: Kinerja perbankan Kepri tumbuh positif lampaui rata-rata nasional
Kamis, 6 Agustus 2026 19:37 WIB
Kepala OJK Kepri Sinar Danandjaya sedang memimpin audiensi jajaran Pengurus Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) Daerah Batam di Batam, Kepri, Senin (3/8). (ANTARA/HO-OJK Kepri)
Batam (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebut kinerja industri perbankan di provinsi itu hingga Juni 2026 tumbuh positif dan melampaui rata-rata nasional, ditopang oleh peningkatan aset, dana pihak ketiga serta penyaluran kredit.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya menyampaikan apresiasi kepada industri perbankan atas kontribusinya dalam menjaga kinerja perbankan di Provinsi Kepulauan Riau.
“Kinerja industri perbankan di Provinsi Kepulauan Riau hingga Juni 2026 tetap tumbuh positif dan melampaui rata-rata nasional. Kami apresiasi kinerja yang membuat perbankan tetap sehat, tumbuh positif, dan memiliki tingkat risiko yang terjaga,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kepri, Kamis.
Berdasarkan data OJK per Juni 2026, total aset Bank Umum di Provinsi Kepulauan Riau tumbuh 12,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp114,1 triliun.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 11,78 persen (yoy) menjadi Rp110,1 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK nasional yang tercatat sebesar 10,21 persen.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 38,01 persen (yoy) menjadi Rp118,3 triliun, jauh melampaui pertumbuhan kredit nasional sebesar 12,67 persen.
Pertumbuhan tersebut tetap diikuti dengan kualitas kredit yang terjaga, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,03 persen, lebih rendah dibandingkan rasio NPL nasional sebesar 2,09 persen.
Sementara itu, penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terus meningkat dengan pertumbuhan 6,94 persen (yoy) serta rasio NPL yang tetap terjaga pada level 2,59 persen.
“Kami mendorong perbankan untuk memperkuat likuiditas, meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor produktif, khususnya UMKM, serta memperluas literasi dan inklusi keuangan,” katanya.
Hingga Juni 2026, porsi kredit UMKM baru mencapai 14,5 persen dari total penyaluran kredit di Provinsi Kepulauan Riau.
Selain memperluas akses pembiayaan, perbankan diharapkan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui pelatihan, peningkatan kapasitas usaha, serta fasilitasi kemitraan bisnis dengan calon pembeli maupun pemasok.
Dalam rangka mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah, OJK Kepri juga mengajak perbankan untuk memperluas penyaluran kredit di luar Kota Batam.
“Penyaluran kredit jangan hanya terpusat di Batam, tetapi juga perlu diperluas ke kabupaten dan kota lain agar manfaat pembiayaan dirasakan lebih merata," kata Sinar.
Saat ini, sekitar 76,9 persen atau setara Rp90,98 triliun dari total kredit di Provinsi Kepulauan Riau masih terkonsentrasi di Kota Batam.
Perbankan diharapkan dapat mengoptimalkan potensi ekonomi unggulan di kabupaten dan kota lainnya agar manfaat pembiayaan dapat dirasakan secara lebih merata.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.