OJK DIY dorong program peningkatan literasi keuangan bagi pelajar

OJK DIY dorong program peningkatan literasi keuangan bagi pelajar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong berbagai program peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi kalangan pelajar maupun mahasiswa untuk ANTARA News jogja 2 ...

OJK DIY dorong program peningkatan literasi keuangan bagi pelajar

Senin, 13 Juli 2026 17:00 WIB

Image Print

Kepala OJK DIY Eko Yunianto. ANTARA/Luqman Hakim

Yogyakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong berbagai program peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi kalangan pelajar maupun mahasiswa untuk memastikan mereka memahami manfaat serta risiko penggunaan produk dan layanan jasa keuangan.

Kepala OJK DIY Eko Yunianto di Bantul, Senin, mengatakan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 80,51 persen.

"Dilihat dari jenis kegiatan atau pekerjaan, indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa lebih rendah, yakni 61,76 persen, sementara indeks inklusinya mencapai 84,40 persen," kata Eko saat menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 Kabupaten Bantul di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul.

Menurut dia, data tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan hampir 24 persen antara tingkat literasi dan inklusi keuangan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, mengindikasikan banyak pelajar dan mahasiswa telah menggunakan produk serta layanan jasa keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami manfaat maupun risikonya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, termasuk di Kabupaten Bantul.

"Kami akan mendukung melalui beberapa program yang akan dilaksanakan di Bantul," katanya.

Salah satu program yang disiapkan OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bantul ialah Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar).

Menurut Eko, program tersebut bertujuan agar setiap pelajar di Indonesia memiliki rekening tabungan sebagai bagian dari gerakan menabung sejak dini untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

"Program ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif dan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung," ujar dia.

Baca juga: PBB terancam kehabisan dana tunai pada Agustus

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bantul juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor B900.1.12/00459/PPSDA tentang Optimalisasi Akses Keuangan dan Program Satu Rekening Satu Pelajar dalam rangka Hari Indonesia Menabung Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Eko juga menyampaikan kembali pesan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X agar masyarakat menerapkan prinsip "Gemi, Nastiti, lan Ngati-ati" sebagai pedoman dalam mengelola keuangan.

"Artinya masyarakat diharapkan selalu hidup hemat dan sederhana, serta teliti, cermat, dan waspada dalam mengelola keuangan," katanya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026