Nyetir Suzuki Fronx Varian Tertinggi, Tetap Berkesan Meski Bukan Pertama Kali

Nyetir Suzuki Fronx Varian Tertinggi, Tetap Berkesan Meski Bukan Pertama Kali

Jakarta -

Kami, untuk kesekian kalinya, menjajal Suzuki Fronx di area test drive pameran. Kali ini, kami mencoba varian tertinggi atau SGX di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026. Bagaimana impresinya?

Sebagai varian tertinggi, SGX tersedia dalam berbagai tipe, yakni AT standar seharga Rp329 jutaan, AT two-tone senilai Rp 331 jutaan, dan tipe Kuro yang baru diluncurkan dengan harga Rp 338 jutaan. Seluruhnya berstatus on the road Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendaraan tersebut mengusung teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang dipadukan mesin bensin K15C 1.500 cc bertenaga 103 dk dan torsi 138 Nm. Spesifikasi itu benar-benar sama seperti GX yang diposisikan sebagai varian medium.

Meski sudah berusia setahun, dan beberapa kali kami coba, entah mengapa Fronx selalu memberikan kesan menyenangkan. Namun, secara umum, sensasi mengemudikan varian SGX tak terlalu berbeda dengan versi GX.

Nah, biar tak penasaran, berikut impresi kami usai menjajal singkat Fronx SGX di GIIAS 2026.

Impresi Jajal Fronx SGX

Test Drive Suzuki Fronx SGXTest Drive Suzuki Fronx SGX Foto: Doc. Suzuki

Rute test drive di GIIAS 2026 benar-benar dirancang ringkas dan singkat. Kami lebih banyak melalui trek lurus dengan satu-dua putaran balik. Meski demikian, ada beberapa poin yang kami bisa simpulkan.

Mari kita mulai dari impresi pertama saat masuk ke dalam kabin. Ketika duduk di kursi dan memakai sabuk pengaman, kami mengatur posisi berkendara sesuai postur badan. Kami menyalakan mesin, menarik tuas transmisi dan melaju dengan santai.

Setir kemudi Fronx SGX terasa nyaman digenggam. Sebab, materialnya bukan berbahan urethane, melainkan leather atau kain. Komponen tersebut juga sudah mendukung tilt & telescopic, sehingga bisa diatur maju dan mundur.

Impresi pertama yang kami rasakan saat mengendarai Suzuki Fronx SGX adalah 'hening'. Ketika berada di kabin, suara dari luar nyaris tak terdengar. Padahal, sewaktu test drive, situasinya di sekitar lintasan sedang ramai pengunjung.

Tak heran, sebab kendaraan tersebut sudah dibekali fitur Noise, Vibration and Harshness (NVH) reduction yang mampu meminimalisir suara bising dan getaran dari luar.

Nah, mengingat test drive-nya dilakukan di lintasan khusus, maka kami lebih sering melaju di kecepatan bawah. Pada situasi itu, mesin mild-hybrid di Fronx SGX bekerja dengan baik. Tarikannya cukup responsif dan terasa halus.

Seluruh varian Suzuki Fronx dilengkapi suspensi MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di belakang. Kombinasi tersebut memberikan rasa berkendara yang fun to drive.

Test Drive Suzuki Fronx SGX.Test Drive Suzuki Fronx SGX. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com

Saat melewati obstacles berupa speed bump, suspensi terasa agak kaku (stiff) namun masih memiliki rebound yang halus dan tetap terasa nyaman. Sementara saat dipakai menikung tajam, kendaraan tetap stabil dan tak limbung.

Setir kemudinya juga terasa begitu direct dan 'manut'. Ketika dipakai zig-zag, kendaraan benar-benar patuh dan mengikuti kemauan pengemudi dengan baik.

Sesi test drive di GIIAS 2026 memang berlangsung singkat dan tak bisa memberikan gambaran umum soal kendaraan. Namun, kesempatan itu tetap memberikan kesan baik untuk kami. Bagaimana pun juga, sebagai varian tertinggi, Fronx SGX tetap menawarkan pengalaman yang lebih premium.

(sfn/dry)