Nulis Prompt ChatGPT Mungkin Mesti Seperti Tony Stark Ngomong ke JARVIS

Nulis Prompt ChatGPT Mungkin Mesti Seperti Tony Stark Ngomong ke JARVIS

Jakarta -

Kalau kamu suka nonton Marvel, pasti sudah biasa melihat Tony Stark ketika memberikan prompt kepada JARVIS (Just A Rather Very Intelligent System). Kata peneliti, ada hal yang bisa dicontoh dari itu, tentang bagaimana kamu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) tanpa harus menyerahkan sebagian besar proses berpikir.

Melalui cuitannya di Threads, dr Qorry Amanda, M.Biomed, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) serta peneliti di bidang biomedis dan AI menjelaskannya.

Menurut dr Qorry, Tony jarang sekali datang ke Jarvis dengan pertanyaan langsung minta solusi seperti, "JARVIS, gimana cara benerin armor saya?", melainkan pertanyaan seperti, "Berapa persen power tersisa?" atau "Bagian mana yang turun performanya?", dan pertanyaan lain yang mengelaborasi isu yang sedang ia hadapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Iron Man pertama misalnya. Tony mencoba terbang. Gagal. Setelah itu dia nggak bilang JARVIS, desain armor yang nggak gagal lagi. Dia sendiri yang curiga masalahnya ada di icing. Lalu baru mulai ngomongin material," terang dr Qorry.

Setelah spesifikasinya sudah ada di kepala, baru JARVIS diminta untuk render. Oleh karena itu, yang mendesain tetaplah Tony, JARVIS hanya mempercepat ruang berpikirnya.

Ada adegan lain yang menurut ia lebih menarik. Ketika itu, JARVIS menginfokan power tinggal sekitar 15% dan mau menghitung apakah mereka masih bisa mencapai ketinggian yang Tony mau.

Tony kurang lebih menjawab, "I know the math. Do it". Kalimat pendek akan tetapi epistemologinya besar, menurut pemilik akun Threads @qorryamanda ini.

"Tony bukan nggak membutuhkan matematika. Dia justru sudah memahami matematika di balik keputusan itu. JARVIS dipakai buat menghitung lebih cepat dan mengeksekusi. Bukan buat menggantikan tanggung jawab berpikir," tuturnya.

View on Threads

Begitu juga ketika adegan saat Tony Stark keracunan paladium, dia menggunakan Jarvis untuk mencari tahu kadar paladium yang ada di tubuhnya, sementara Jarvis menampilkan tren hingga simulasi elemen pengganti.

Uniknya lagi, dr Qorry turut menyuguhkan contoh ketika manusia terlalu mengandalkan AI untuk menyelesaikan masalah. Misalnya saat Peter Parker membuka suit baru dan Karen memberikan ratusan kemungkinan konfigurasi.

Peter saat itu menyerahkan Karen untuk memilih, yang pada akhirnya berujung tidak baik.

"Karena dia menyerahkan choice ke AI sebelum dia memahami sistem yang sedang dipakai. Ini mungkin salah satu representasi paling lucu dari masalah kita sekarang. AI punya 576 opsi. Manusianya belum tahu sebenarnya butuh yang mana," ucap pemilik akun yang telah diikuti lebih dari 260.000 di Threads ini.

Akar Masalah Penggunaan AI yang Tidak Tepat

Nah, dari sini dr Qorry berargumen bahwa mungkin masalah penggunaan AI sekarang bukan karena manusianya yang sering memakai AI. Penyebabnya karena kita terlalu sering menyerahkan bagian proses berpikir yang seharusnya belum didelegasikan.

"Kita meminta: "Buatkan argumen", sebelum punya posisi, "Analisis data ini", sebelum tahu variabel apa yang penting," sambung dr Qorry.

Bagi dr Qorry, cara Tony menggunakan Jarvis seperti orang yang memakai mikroskop. Mikroskop dapat memperbesar dan meningkatkan resolusi, namun dia tidak dapat menentukan apa yang penting dari apa yang sedang diperhatikan. Sebab itulah tugas penelitinya.

"Manusia mestinya masih datang membawa sesuatu: model mental. Walaupun belum sempurna. Walaupun bisa salah. Karena kalau model mentalnya nol, kita nggak sedang memakai AI sebagai amplifier. Kita sedang meminta AI meminjamkan pikiran dan mungkin itu alasan kenapa orang yang paling ahli di satu bidang sering kelihatan punya prompt yang justru sederhana," ungkapnya.

Terakhir, dr Qorry menekankan bahwa semakin pintar AI tidak seharusnya membuat kita semakin sedikit berpikir, justru mungkin sebaliknya.

"Semakin powerful alatnya, semakin penting manusia tahu bagian mana dari pikirannya yang tidak boleh dia outsource," tandasnya.

(ask/fay)

TAGS

LIHAT LAINNYA