NTB gelar lelang buah pinang perdana di Indonesia

NTB gelar lelang buah pinang perdana di Indonesia

Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar lelang komoditas buah pinang sebagai upaya memperkuat perdagangan antar wilayah sekaligus mendukung kerja sama ANTARA News mataram 38 ...

Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar lelang komoditas buah pinang sebagai upaya memperkuat perdagangan antar wilayah sekaligus mendukung kerja sama ekonomi dengan Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Lelang komoditas ini menjadi salah satu upaya menopang kerja sama perdagangan antardaerah. Tahun ini komoditas yang dilelang buah pinang dan model lelang seperti ini baru pertama kali diterapkan di Indonesia," kata Kepala Dinas Perdagangan NTB Lalu Wiranata di Mataram, Kamis.

Wiranata mengatakan pelaksanaan lelang komoditas menjadi salah satu strategi pemerintah daerah mempertemukan penjual dan pembeli secara lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi.

Buah pinang dipilih sebagai komoditas lelang karena Nusa Tenggara Barat memiliki potensi produksi yang melimpah, sementara permintaan dari Nusa Tenggara Timur terhadap komoditas tersebut cukup tinggi.

Menurut dia, sistem lelang komoditas dapat memangkas biaya distribusi yang selama ini menjadi beban pelaku usaha ketika harus memasarkan produknya secara langsung ke daerah tujuan.

"Kalau pelaku usaha menjual sendiri ke luar daerah tentu membutuhkan biaya yang cukup besar," ucap Wiranata.

Meski permintaan buah pinang cukup tinggi dari Nusa Tenggara Timur, namun data terbaru mengenai luas perkebunan dan produksi pinang di NTB belum tersedia. Data yang dipublikasikan pemerintah saat ini masih terbatas hingga 2024.

Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB mencatat luas panen pinang mencapai 511,92 hektare dengan jumlah produksi sebanyak 128,21 ton. Daerah dengan luas panen pinang paling banyak adalah Lombok Tengah dan Lombok Barat dengan angka masing-masing 207,45 hektare dan 85,42 hektare.

Selain buah pinang, NTB memiliki sejumlah komoditas unggulan lain yang berpotensi dipasarkan melalui mekanisme lelang mulai dari kelapa, cabai, telur, rumput laut, serta berbagai hasil pertanian dan perikanan.

Wiranata berharap mekanisme lelang mampu memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di NTB, meningkatkan daya saing komoditas daerah, sekaligus mendorong terbentuknya rantai perdagangan yang lebih efisien.

"Kami berencana memperluas pelaksanaan lelang komoditas dengan melibatkan lebih banyak provinsi dan menghadirkan berbagai komoditas unggulan lainnya guna memperkuat perdagangan antardaerah sekaligus membuka peluang ekspor bagi produk-produk asal NTB," pungkas dia.

Pewarta : PKL IAIH Pancor
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026