Nilai ekspor Kalbar tumbuh 29 persen pada Juni 2026 - ANTARA News Kalimantan Barat

Nilai ekspor Kalbar tumbuh 29 persen pada Juni 2026 - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Nilai ekspor Kalimantan Barat (Kalbar) pada Juni 2026 melonjak 29,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 207,53 juta dolar Amerika Serikat (AS), didorong meningkatnya ekspor minyak...

Pontianak (ANTARA) - Nilai ekspor Kalimantan Barat (Kalbar) pada Juni 2026 melonjak 29,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 207,53 juta dolar Amerika Serikat (AS), didorong meningkatnya ekspor minyak sawit dan produk perikanan.

"Nilai ekspor Kalimantan Barat pada Juni 2026 mencapai 207,53 juta dolar AS atau naik 29,16 persen dibandingkan Mei 2026. Secara tahunan, ekspor juga meningkat 26,86 persen," kataΒ Ketua Tim Statistik Harga Konsumen, Harga Perdagangan Besar, dan Harga Produsen Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar Sri Suyatmi, di Pontianak, Selasa.

Dia mengatakan secara tahunan nilai ekspor Kalbar juga tumbuh 26,86 persen dibandingkan Juni 2025. Adapun kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang terbesar kenaikan ekspor dengan pertumbuhan 29,08 persen, ditopang ekspor fraksi cair minyak sawit senilai 46,35 juta dolar AS dan minyak kelapa sawit olahan sebesar 20,47 juta dolar AS.

Selain itu, ekspor ikan dan udang juga meningkat tajam sebesar 66,67 persen, sehingga turut mendorong pertumbuhan kinerja perdagangan luar negeri Kalbar.

Berdasarkan sektor usaha, industri pengolahan masih mendominasi ekspor dengan nilai 200,71 juta dolar AS atau 96,71 persen dari total ekspor. Nilainya meningkat 28,66 persen dibandingkan Mei 2026 dan naik 29,17 persen secara tahunan.

Menurutnya, Malaysia menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai 79,01 juta dolar AS atau 38,07 persen dari total ekspor Kalbar, disusul India sebesar 26,70 juta dolar AS dan Italia sebesar 20,47 juta dolar AS.

Di sisi imporΒ Kalbar mencatat nilai 111,30 juta dolar AS pada Juni 2026 atau naik 11,84 persen dibandingkan Mei. Secara tahunan, impor melonjak 225,82 persen.

Sri menambahkan, kenaikan impor dipicu meningkatnya pemasukan kendaraan dan bagiannya, pupuk, serta mesin dan peralatan industri yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas produksi.

Berdasarkan jenis penggunaan, impor bahan baku dan penolong masih mendominasi dengan nilai 79,97 juta dolar AS atau 67,05 persen dari total impor, diikuti barang modal sebesar 35,19 juta dolar AS.

"Meski impor meningkat, neraca perdagangan Kalimantan Barat pada Juni 2026 tetap mencatat surplus sebesar 96,23 juta dolar AS, naik 57,34 persen dibandingkan Mei 2026," kata dia pula.

Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT Β© ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.