NeutraDC gandeng PLN siapkan ekspansi data center hingga 200 MW

NeutraDC gandeng PLN siapkan ekspansi data center hingga 200 MW

NeutraDC gandeng PLN siapkan ekspansi data center hingga 200 MW

Sabtu, 15 Agustus 2026 10:08 WIB

Image Print

Direktur Utama NeutraDC Group Rakhmad Tunggal Afifuddin (keempat kiri) melakukan penandatanganan MoU bersama PLN terkait penyediaan tenaga listrik untuk pembangunan infrastruktur data center di wilayah Cikarang, Jawa Barat, pada Selasa (11/8). (ANTARA/Telkom Indonesia)

Batam (ANTARA) - PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) menggandeng PT PLN (Persero) untuk memastikan kesiapan pasokan energi dalam mendukung ekspansi fasilitas data center berskala hyperscale di Cikarang, Jawa Barat.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama NeutraDC Group Rakhmad Tunggal Afifuddin dengan General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin dan Direktur Utama PT PLN Electricity Services Susiana Mutia di Bandung, Selasa (11/8).

Penandatanganan tersebut disaksikan Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy dan menjadi bagian dari upaya sejumlah perusahaan dalam memastikan kebutuhan pasokan listrik untuk pengembangan kawasan data center di Cikarang.

Direktur Utama NeutraDC Group Rakhmad Tunggal Afifuddin dalam keterangan yang diterima di Batam, Sabtu mengatakan kerja sama dengan PLN merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan kapasitas data center hingga 200 megawatt (MW) secara bertahap.

“Ekspansi ini bukan sekadar menambah kapasitas data center. Kami sedang mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan Indonesia untuk tumbuh di era AI. Karena itu, kesiapan energi menjadi bagian yang sangat penting dari strategi ekspansi kami,” ujarnya.

Menurut dia, kebutuhan terhadap infrastruktur digital terus meningkat seiring dengan berkembangnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud computing), serta berbagai layanan berbasis data.

Karena itu, pengembangan data center tidak hanya membutuhkan kapasitas besar, tetapi juga dukungan energi yang andal, dapat ditingkatkan skalanya, dan memiliki ketahanan untuk menopang pertumbuhan kebutuhan pelanggan.

Rakhmad mengatakan pengembangan infrastruktur digital dalam skala besar membutuhkan kolaborasi lintas sektor karena data center membutuhkan dukungan energi, konektivitas, teknologi, hingga ekosistem industri.

“Digital transformation tidak bisa berdiri sendiri. Ketika kami memperluas kapasitas data center, kami juga perlu memastikan seluruh ekosistem pendukungnya siap,” kata Rakhmad.

Ekspansi di Cikarang tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi NeutraDC sebagai Digital Ecosystem Hub sekaligus meningkatkan kesiapan Indonesia dalam menyediakan infrastruktur digital berskala besar untuk kebutuhan AI dan ekonomi digital.

Bertambahnya kapasitas data center juga dinilai membuka peluang bagi perusahaan, penyedia layanan cloud, pelaku teknologi, dan ekosistem AI untuk mengembangkan layanan serta meningkatkan kapasitas komputasi di Indonesia.

“NeutraDC membawa kapasitas dan infrastruktur digital, PLN memastikan kesiapan energi, dan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia memperkuat kemampuan kita untuk menciptakan nilai yang lebih besar,” ujar Rakhmad.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, NeutraDC mengembangkan tiga layanan utama, yakni NeutraColocation, Neutra Compute, dan Neutra Connect yang mencakup layanan data center, komputasi AI, dan konektivitas digital.

Portofolio tersebut meliputi layanan colocation, GPU dan AI compute, interkoneksi data center, cross-connect hingga layanan internet untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mulai dari segmen perusahaan hingga hyperscale.

Melalui ekspansi tersebut, NeutraDC menargetkan penguatan kapasitas infrastruktur digital nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem AI, cloud computing, dan ekonomi digital Indonesia.

Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.