Nepal Diterjang Banjir Bandang, India Perketat Pengawasan Gletser

Nepal Diterjang Banjir Bandang, India Perketat Pengawasan Gletser

Jakarta, CNN Indonesia --

India bakal meningkatkan pengawasan di wilayah Himalaya yang berbatasan dengan China dan India. Langkah ini diambil setelah banjir bandang di Nepal yang diduga kuat dipicu oleh runtuhnya gletser.

Menteri Manajemen Bencana Negara Bagian Uttarkhand India Madan Kaushnik mengatakan, langkah ini diambil karena India merupakan negara tetangga yang berbagi garis perbatasan dengan Nepal, serta memiliki kondisi geografis serupa.

"Kami telah menginstruksikan dinas terkait untuk memantau seluruh gletser dan danau gletser yang terdata wilayah ini," kata Madan, melansir AFP, Sabtu (29/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga meminta tim di lapangan untuk tetap waspada dan mengamati jika muncul potensi situasi serupa di wilayah kami," lanjut dia.

Uttarakhand merupakan salah satu wilayah paling rentan secara ekologis di India. Menurut data pemerintah, wilayah ini memiliki setidaknya 1.266 danau gletser.

Sebelumnya, Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut bahwa banjir bandang yang terjadi di perbatasan Tibet-Nepal pada Rabu (26/8), disebabkan oleh gletser yang runtuh dan memicu luncuran puing-puing material.

Bencana ini menyebabkan hampir 3.000 orang hilang. Selain itu, hingga Sabtu (29/8), pihak berwenang mengonfirmasi 633 orang meninggal dunia dalam bencana tersebut.

Meski penyebab pasti runtuhnya gletser tersebut belum diketahui pasti, perubahan iklim yang memicu pencairan gletser secara global terus meningkatkan risiko bencana serupa.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa gletser di kawasan Himalaya meleleh jauh lebih cepat dari sebelumnya akibat perubahan iklim. Kondisi ini mengancam masyarakat setempat pada risiko bencana yang semakin sulit diprediksi dan menelan kerugian besar.

Selain itu, gletser yang mencair serta lapisan tanah yang menipis dapat merusak kestabilan lereng gunung, sehingga memperbesar risiko terjadinya tanah longsor.

Para ahli menambahkan bahwa kombinasi antara perubahan iklim dan pembangunan yang kurang terencana semakin meningkatkan frekuensi, tingkat keparahan, serta dampak dari bencana alam di kawasan tersebut.

(dmi)

placeholder