MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Dibubarkan Imbas Ancaman Teror Bom
Senin, 13 Juli 2026 - 12:47 WIB
Jakarta, VIVA – Kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, dibubarkan imbas dugaan teror bom melalui pesan pribadi yang dikirim ke salah satu guru.
Baca Juga
Kepolisian juga mengevakuasi para siswa dan guru untuk keluar dari area sekolah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"MPLS sudah dibubarkan, kita sudah koordinasi dengan semua pihak. Orang tua siswa juga pada panik," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Baca Juga
Polisi berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Photo :
- ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Nurma mengatakan kini kegiatan mengajar dibubarkan dan para siswa sudah diminta untuk pulang.
Baca Juga
Hingga kini, pihak kepolisian sedang melakukan penyisiran lokasi selama lebih dari dua jam.
"Untuk sementara ini kita dari anak murid, kemudian wali murid kita kembalikan dulu ke rumah masing-masing atau dipulangkan karena memang dari Gegana untuk bekerja mencari apa betul atau tidak untuk teror yang diberikan," katanya.
Kepolisian menyisir dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Polisi menerima laporan dugaan ancaman teror bom pada pukul 07.30 WIB. Diketahui saat itu siswa dan guru sedang melaksanakan upacara pada hari pertama MPLS.
Teror itu telah beredar di kalangan guru hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melapor ke kepolisian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan pantauan, tampak personel Brimob berjaga di dalam sekolah dengan membawa senjata api dan dua unit mobil Tim Gegana.
Kemudian, ada juga petugas Dinas Perhubungan dan Dinas Gulkarmat DKI yang berjaga di sekitar lokasi. (Ant)
Polisi Kantongi Identitas Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa
Polisi mengungkap dalam pesan teror melalui aplikasi perpesanan WhatsApp (WA), dikatakan sang peneror telah menyebar bom ke 11 titik di dalam sekolah.
VIVA.co.id
13 Juli 2026