Misteri 74 Tahun Terpecahkan, Bangkai Pesawat Pan Am Ditemukan

Misteri 74 Tahun Terpecahkan, Bangkai Pesawat Pan Am Ditemukan

Jakarta - Pesawat maskapai Pan American Airways jatuh ke perairan lepas pantai Puerto Rico 74 tahun lalu. Kini, bangkai pesawat itu ditemukan. Pesawat Pan Am penerbangan 526A jenis Douglas DC-4 bernama Clipper ...

Jakarta -

Pesawat maskapai Pan American Airways jatuh ke perairan lepas pantai Puerto Rico 74 tahun lalu. Kini, bangkai pesawat itu ditemukan.

Pesawat Pan Am penerbangan 526A jenis Douglas DC-4 bernama Clipper Endeavor itu seharusnya terbang dari Bandara Isla Grande di San Juan, Puerto Rico, menuju New York.

Pesawat tersebut jatuh ke lautan tak lama setelah lepas landas dari Puerto Rico pada 11 April 1952, dengan membawa 64 penumpang dan lima awak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun semua orang di dalam pesawat itu selamat dari benturan awal, hanya 12 penumpang dan lima awak yang berhasil diselamatkan, sedangkan sisanya hilang bersama badan pesawat tersebut.

Tragedi pesawat itu memicu reformasi penerbangan secara menyeluruh, termasuk mulai diperkenalkannya pengarahan keselamatan dan peragaan prosedur darurat sebelum penerbangan.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (25/7/2026), Air/Sea Heritage Foundation, yang bermitra dengan beberapa pihak lain, termasuk program seri Discovery Channel "Expedition Unknown", menemukan bangkai pesawat Pan Am itu di dasar Samudra Atlantik, tepatnya di lepas pantai utara Puerto Rico, bulan lalu.

Bangkai pesawat berhasil diidentifikasi dalam kondisi terbelah menjadi dua bagian dan teronggok di dasar lautan. Temuan itu diumumkan oleh Discovery Channel dalam program serinya pada Selasa (21/6) waktu setempat.

"Kami semua terkejut sekaligus gembira dengan penemuan itu, tetapi juga merasa tersentuh saat mengenang peristiwa yang terjadi di lokasi tersebut untuk waktu yang sangat lama sekali," kata Presiden Air/Sea Heritage Foundation, Russ Matthews.

Operasi pencarian yang melibatkan perusahaan pemetaan laut Deep Sea Vision itu menggunakan sonar beresolusi tinggi, dengan bangkai pesawat ditemukan di kedalaman hampir 2.000 kaki (609 meter) di bawah Samudra Atlantik. Pencarian tersebut juga melibatkan penggunaan drone bawah air otonom.

(fem/fem)