Menteri PPPA sebut permainan tradisional solusi batasi anak bermain gawai

Menteri PPPA sebut permainan tradisional solusi batasi anak bermain gawai

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi menyebutkan permainan tradisional menjadi salah satu solusi membatasi anak bermain gawai di ANTARA News kepri 5 ...

Menteri PPPA sebut permainan tradisional solusi batasi anak bermain gawai

Kamis, 23 Juli 2026 18:51 WIB

Image Print

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mendampingi Ketum Seruni Selvi Gibran menjajal permainan kelereng pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Laman Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang, Kepri, Kamis (23/7/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi menyebutkan permainan tradisional menjadi salah satu solusi membatasi anak bermain gawai di tengah pesatnya pengaruh media sosial.

"Kita tak bisa begitu saja menyuruh anak berhenti main gadget, tapi berikan solusi. Misalnya, melalui permainan tradisional berbasis kearifan lokal," kata Menteri Arifatul Fauzi saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Laman Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis.

Ia mengatakan Kementerian PPPA menginisiasi permainan rakyat sejak peringatan HAN tahun 2025, seiring tantangan penggunaan media sosial yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Selain itu, kata dia, permainan tradisional mengandung nilai filosofi yang tinggi, seperti membangun budaya antre, saling menghargai, kemudian meningkatkan kebersamaan hingga kreativitas.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menggalakkan permainan tradisional bagi anak-anak agar seimbang dengan penggunaan gawai," ucapnya.

Menteri Arifatul Fauzi menambahkan puncak HAN ke-42 ini diinisiasi Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih bersama Kemendikdasmen dan Kementerian PPPA.

Dia berharap peringatan HAN bukan hanya formalitas, namun membangun kesadaran masyarakat bahwa anak hari ini memiliki tantangan luar biasa di tengah perkembangan era digital.

Dalam kesempatan yang sama, Forum Anak Indonesia menyampaikan 12 poin suara anak Indonesia yang dirangkum dari 38 provinsi.

Arifatul Fauzi memastikan suara anak-anak tersebut tidak hanya didengar, tapi akan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.

"Kita akan ajak anak-anak bertemu langsung menteri terkait sekaligus berdiskusi mengenai berbagai persoalan anak dari tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri PPPA: Permainan tradisional solusi batasi anak bermain gawai

Pewarta : Ogen
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.