Menko Perekonomian: Indonesia bisa kejar ketertinggalan di bidang AI - ANTARA News Gorontalo

Menko Perekonomian: Indonesia bisa kejar ketertinggalan di bidang AI - ANTARA News Gorontalo

Shanghai (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini Indonesia dapat mengejar ketertinggalan di bidang kecerdasan buatan (AI) maupun robotika dari yang dimiliki China ...

Shanghai (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini Indonesia dapat mengejar ketertinggalan di bidang kecerdasan buatan (AI) maupun robotika dari yang dimiliki China saat ini.

"China ini sudah luar biasa mereka dalam aplikasi dari AI maupun robotik, jadi ya Indonesia harus 'catching up' (mengejar) terhadap apa yang mereka lakukan," kata Airlangga kepada ANTARA di Shanghai, Sabtu.

Ia menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke beberapa stan di pameran "World Artificial Intelligence Conference" (WAIC) 2026 di Shanghai World Expo Exhibition and Convention Center yang berlangsung pada 17-20 Juli 2026.

WAIC diselenggarakan sejak 2018 dan menjadi salah satu pertemuan terbesar di bidang kecerdasan buatan (AI), komputasi cerdas (intelligent computing) dan kecerdasan berwujud (embodied intelligence).

Tahun 2026, pelaksanaan WAIC berlangsung di tiga lokasi berbeda di Kota Shanghai dengan mengundang 1.400 pembicara dari dalam dan luar negeri, termasuk 9 peraih penghargaan Novel dan Turing Award, serta pemimpin perusahaan maupun pembuat kebijakan. Pameran juga melibatkan 1.100 perusahaan untuk memamerkan 3.000 produk dan teknologi, termasuk lebih dari 300 produk yang melakukan peluncuran global perdana.

"Perkembangan industri robotika mereka betul-betul berkembang dan punya fleksibilitas yang luar biasa, terutama untuk banyak pekerjaan yang bisa dilakukan menggunakan robot," kata Airlanga.

Airlangga mengatakan dirinya akan melaporkan hal yang didapati dalam pameran sekaligus pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping maupun Menteri Perdangan Tiongkok Wang Wentao dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Tentu kami akan laporkan untuk ke depan kita tidak boleh ketinggalan dalam pengembangan AI, terutama juga pengembangan robotik dan di sektor renewable energy," kata Airlangga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun melihat penampilan robot Unitree di "World Artificial Intelligence Conference" (WAIC) 2026 di Shanghai, Sabtu (18/7/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Airlangga dalam pameran itu setidaknya mengunjungi tiga stan yaitu, pertama, Unitree Robotics yang merupakan perusahaan robotika asal Hangzhou, yang didirikan pada 2016.

Perusahaan itu berfokus pada penelitian, pengembangan, produksi, dan penjualan robot berkaki dan robot humanoid berperforma tinggi untuk keperluan konsumen dan industri. Produk-produknya mencakup robot berkaki empat seri Go, A, dan B, serta robot humanoid seperti H1, G1, dan H2

Unitree terkenal karena penampilannya dalam acara CCTV Spring Festival Gala sebagai perayaan tahun baru Imlek di China. Pada 2026 Unitree menampilkan robot G1 dan H2 yang melakukan pertunjukan kung fu otonom termasuk gerakan kompleks seperti backflip, parkour, dan koreografi "Drunken Fist".

Stan kedua yang dikunjungi adalah Deep Robotics yaitu perusahaan robotika yang juga berbasis di Hangzhou, didirikan pada 2017 untuk memproduksi sistem robotika dan komponen inti, dengan fokus pada robot berkaki empat (quadruped) dan robot humanoid untuk keperluan industri, otomasi, dan penelitian.

Produk unggulan mereka adalah seri robot Jueying, yang dirancang untuk aplikasi industri seperti inspeksi jaringan listrik, pencarian dan penyelamatan, serta pemantauan lingkungan berbahaya.

Stan ketiga yaitu Connected and Intelligent Technologies Co., Ltd (CICT) yaitu badan usaha milik negara (BUMN) di bawah naungan China Information Technology Group yang berfokus pada industri kendaraan cerdas terhubung (intelligent connected vehicle/ICV) dan transportasi pintar

Berdiri sejak 2012, CICT terlibat dalam penelitian standar teknis, pengembangan produk, dan promosi pasar teknologi C-V2X (Cellular Vehicle-to-Everything) serta solusi terintegrasi untuk kolaborasi kendaraan-jalan (vehicle-road collaboration), konektivitas cerdas, mengemudi otonom, dan kokpit cerdas.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lihat pameran AI, Airlangga sebut Indonesia bisa kejar ketertinggalan

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.