Menilik Prospek Saham SINI - PTRO dari Aksi Duet di Tambang Batu Bara Kalimantan - Bursa Katadata.co.id

Menilik Prospek Saham SINI - PTRO dari Aksi Duet di Tambang Batu Bara Kalimantan - Bursa Katadata.co.id

Aksi duet emiten kongsi dua konglomerat Tanah Air Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menggandeng PT Petrosea Tbk (PTRO) kembali menarik perhatian investor.

Aksi duet emiten kongsi dua konglomerat Tanah Air Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro kembali menarik perhatian pasar. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menggandeng PT Petrosea Tbk (PTRO) untuk menggarap tambang batu bara milik SINI di Kalimantan Tengah. Kerja sama ini akan menjadi katalis baru bagi pertumbuhan kedua emiten.

Melalui dua anak usahanya, PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP), SINI menandatangani Perjanjian Jasa Pertambangan dengan PTRO. Pada proyek tersebut, PTRO akan menggarap proyek SINI mencakup pekerjaan pengupasan lapisan penutup (overburden removal) hingga penambangan batu bara di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Perjanjian berlaku selama umur tambang (life of mine). SINI memperkirakan kerja sama tersebut berpotensi menghasilkan tambahan pendapatan hingga Rp 57,05 triliun sepanjang masa kontrak.

Pada tambang milik PBC, volume pengupasan lapisan penutup diperkirakan mencapai 189 juta bank cubic meter (BCM) dengan produksi batu bara sekitar 42 juta ton. Perseroan memperkirakan potensi pendapatan mencapai US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 45,57 triliun untuk batu bara berkalori GAR 4.200.

Sementara itu, tambang milik CBP diproyeksikan memiliki volume pengupasan sekitar 40 juta BCM dan produksi 8 juta ton batu bara. Potensi pendapatan dari proyek tersebut diperkirakan mencapai US$ 656 juta atau sekitar Rp11,48 triliun untuk batu bara berkalori GAR 5.000.

"Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pencapaian target produksi batubara yang optimal serta penerapan tata kelola pertambangan yang baik (Good Mining Practices), sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi Perusahaan dan seluruh entitas anak," tulis manajemen SINI dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jumat (24/7).

Selain memperoleh kontrak jasa pertambangan, PTRO juga memperkuat posisi sebagai pemegang saham SINI. Pada 23 Juli 2026, PTRO telah menyelesaikan pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue dengan menyetor modal sekitar Rp 1,19 triliun. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan PTRO di SINI meningkat menjadi 19,88%.

Di saat yang sama, PTRO mengalihkan 99,99% kepemilikan PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada SINI. KMS merupakan pemegang saham PT Cristian Eka Pratama (CEP), perusahaan tambang batu bara yang memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Masuknya CEP melengkapi portofolio aset tambang SINI yang sebelumnya telah mencakup PT Persada Kapuas Prima, PT Pasir Bara Prima, PT Pesona Bara Cakrawala dan PT Cakrawala Bara Persada. Menariknya, CEP, PBC, PBP dan CBP juga merupakan klien jasa pertambangan Petrosea.

Prospek Saham SINI-PTROΒ 

Seiring dengan dua aksi korporasi antara emiten Hapsoro dan Prajogo itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menilai kerja sama tersebut mempercepat transformasi SINI menjadi perusahaan tambang batu bara yang terintegrasi.

Menurut dia, tambahan potensi pendapatan hingga Rp 57 triliun akan memperkuat prospek jangka panjang SINI, sementara Petrosea memperoleh kontrak pertambangan jangka panjang yang meningkatkan kepastian pendapatan.

Nafan juga menilai kolaborasi ini memperkuat sinergi antara dua grup usaha besar. Prajogo Pangestu melalui PTRO memiliki pengalaman membangun rantai nilai (value chain) pertambangan dan infrastruktur, sedangkan Happy Hapsoro memperoleh akses terhadap aset tambang yang lebih besar melalui SINI.

Nafan melihat sedikitnya lima potensi sinergi dari kerja sama tersebut. Yaitu percepatan pengembangan tambang, optimalisasi kontraktor internal, efisiensi biaya produksi, kemudahan memperoleh pendanaan serta peluang ekspansi aset tambang di masa depan.

β€œAdd (tambah akumulasi) PTRO dengan target harga 5.625. SINI rekomendasinya adalah not rated,” ujar Nafan kepada Katadata.co.id, Jumat (24/7).

Pandangan serupa disampaikan Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama. Menurut dia, kontrak senilai sekitar Rp 57 triliun menjadi katalis positif karena meningkatkan visibilitas pendapatan kedua perusahaan dalam jangka panjang.

Bagi PTRO, kerja sama ini memperbesar order book sebagai kontraktor tambang. Di sisi lain, SINI memperoleh peluang mempercepat ekspansi dan meningkatkan skala operasional, didukung oleh sinergi dua grup besar yang telah memiliki rekam jejak kuat di industri pertambangan.

Meski prospeknya dinilai positif, Elandry mengingatkan investor tetap perlu mencermati pelaksanaan proyek, kebutuhan belanja modal (capital expenditure), margin operasional serta arus kas. Menurutnya, besarnya nilai kontrak belum otomatis menjamin peningkatan laba apabila eksekusi proyek tidak berjalan sesuai rencana.Β Untuk jangka menengah, Elandry merekomendasikan target harga PTRO sebesar Rp 6.500 dan SINI Rp 9.000 selama 12 bulan ke depan.