Menhub tegaskan keselamatan jadi utama dalam atasi dampak erupsi GAK
Menhub tegaskan keselamatan jadi utama dalam atasi dampak erupsi GAK
Minggu, 6 September 2026 19:37 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di sela memantau langsung Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten sekaligus jumpa pers di Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Kemenhub
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan dan keamanan menjadi prioritas dalam menangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mempengaruhi operasional transportasi penerbangan.
"Keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu operasional transportasi, termasuk penerbangan di sejumlah wilayah," kata Menhub di sela memantau langsung Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten sekaligus jumpa pers yang terpantau secara daring di Jakarta, Minggu.
Menhub menyampaikan langkah penghentian sementara atau penutupan operasional bandar udara dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi apabila kondisi abu vulkanik dinilai dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
“Apabila memang seperti tadi, masa sebaran masih banyak, kemudian paper test-nya masih positif, maka kami tidak akan memaksakan bandara tersebut dibuka atau pengoperasian pesawat dilakukan,” ujar Dudy.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan penyebaran abu vulkanik, termasuk dampaknya terhadap ruang udara dan operasional bandar udara.
Berdasarkan NOTAM A3348/26, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada 6 September 2026 pukul 13.23–17.30 WIB (EST) akibat sebaran volcanic ash Gunung Krakatau. NOTAM itu menggantikan Notam A3346/26.
Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan menyusul adanya indikasi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Penutupan serupa juga dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.
Dari penutupan tersebut, diketahui lebih kurang 150.000 penumpang tertahan, di mana ada 467 penerbangan yang terdampak, terdiri dari 58 penerbangan internasional dan 409 penerbangan domestik.
Menhub meminta seluruh operator penerbangan mengutamakan keselamatan dalam setiap pengambilan keputusan operasional, serta menyampaikan informasi secara cepat, akurat dan transparan kepada masyarakat.
Di sisi lain, Menhub menegaskan meskipun terjadi gangguan operasional akibat kondisi alam, pelayanan terhadap penumpang tetap harus menjadi perhatian utama.
Maskapai penerbangan diminta memberikan informasi yang jelas kepada penumpang terkait perubahan jadwal, pembatalan maupun pengalihan penerbangan, serta memastikan hak-hak penumpang dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menhub juga membuka kemungkinan pengalihan penerbangan ke bandara lain seperti ke Kertajati, Semarang, Surabaya serta Yogyakarta.
“Airlines untuk segera menyampaikan kepada para penumpang supaya mereka tidak menunggu terlalu lama. Mengingat kondisinya juga belum bisa kita prediksi sampai kapan," tegasnya.
Ia meminta agar pengembalian tiket harus dijamin oleh para maskapai, hal itu penting agar penumpang tidak menunggu lama.
Menhub mengakui saat ini masih banyak penumpang yang berharap bahwa mereka masih bisa terbang. Namun dengan kondisi yang tidak kemungkinan, pemerintah belum membuka bandara tersebut.
"Kita akan membuka kalau memang kita jamin bahwa kondisi keselamatan itu sudah bisa kita ketahui dengan pasti,” tegas Dudy.
Menhub juga meminta operator memastikan tersedianya petugas dan saluran informasi yang dapat membantu penumpang terdampak, sehingga setiap perubahan perjalanan dapat ditangani secara tertib dan terkoordinasi.
Kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara terdampak, Menhub mengimbau untuk tidak datang ke bandara selama periode penutupan dan senantiasa memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026