Menhan sebut prajurit TNI bisa menimba ilmu militer di China

Menhan sebut prajurit TNI bisa menimba ilmu militer di China

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pihaknya akan mengirim personel TNI dari tingkat perwira hingga tamtama untuk mengikuti pendidikan militer di China.

Peluang itu bisa terjadi karena Kemhan RI dan Kemhan China sudah mempererat kerja sama di bidang pertahanan setelah pertemuan antara Sjafrie dan Menhan China Laksamana Dong Jun di Gedung Kemhan RI, Jakarta, Jumat.

"Jadi kita akan tingkatkan latihan bersama, kita akan tingkatkan sekolah, dan kita akan tingkatkan pertukaran prajurit TNI tidak hanya pada tingkat perwira, tetapi juga di tingkat bintara dan tamtama dalam kaitan latihan bersama," kata Sjafrie.

Menurutnya, kerja sama tersebut akan berdampak banyak terhadap banyak hal mulai dari peningkatan kualitas prajurit hingga semakin harmonisnya hubungan bilateral antara Indonesia dan China.

Selain kerja sama pendidikan militer, Sjafrie mengatakan pihaknya juga akan membangun kerja sama di bidang lain, seperti latihan bersama hingga pengembangan industri pertahanan.

"Kami juga mengundang Angkatan Bersenjata Tiongkok untuk ikut serta di dalam latihan bersama seperti Heping Garuda yang merupakan salah satu bentuk konkret hubungan antara Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Bersenjata Republik Rakyat Tiongkok," katanya.

Sjafrie mengharapkan ragam kerja sama bidang pertahanan itu dapat semakin mempererat hubungan baik antara Indonesia dengan China yang sudah terjalin lama sejak 19 tahun lalu.

"Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini," ucapnya.

Baca juga: Perkuat kerja sama militer, Menhan RI terima kedatangan Menhan China

Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.