Mengenal 10 Jenis Majas dalam Karya Sastra Beserta Contohnya
Dalam kehidupan sehari-hari, sejumlah majas bahkan kerap digunakan tanpa disadari. Majas memiliki berbagai jenis dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda.
Berikut 10 jenis majas yang sering digunakan dalam karya sastra Indonesia:
1. Metafora
Metafora merupakan gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding seperti seperti atau ibarat.
Contoh: "Hidup adalah panggung sandiwara."
Kalimat tersebut menggambarkan kehidupan sebagai sebuah panggung tempat manusia menjalani berbagai peran.
2. Personifikasi
Personifikasi memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati, hewan, tumbuhan, atau fenomena alam.
Contoh: "Malam itu, angin berbisik di telingaku."
Kata berbisik merupakan tindakan manusia yang diberikan kepada angin.
3. Hiperbola
Hiperbola merupakan gaya bahasa yang menggunakan ungkapan secara berlebihan untuk memberikan penekanan atau memperkuat kesan tertentu.
Contoh: "Aku telah menunggumu selama seribu tahun."
Ungkapan seribu tahun digunakan untuk menggambarkan waktu menunggu yang terasa sangat lama.
4. Simile
Simile merupakan majas yang membandingkan dua hal secara eksplisit menggunakan kata pembanding, seperti seperti, ibarat, umpama, bak, laksana, atau serupa.
Contoh: "Seperti air di daun talas."
Ungkapan tersebut menggambarkan sesuatu yang tidak tetap atau mudah berubah.
5. Alegori
Alegori merupakan gaya bahasa yang menyampaikan suatu gagasan melalui perbandingan atau simbol tertentu. Pesan yang disampaikan biasanya memiliki makna kiasan.
Contoh: "Hidup adalah roda yang selalu berputar."
Kalimat tersebut menggambarkan kehidupan yang terus mengalami perubahan, baik dalam kondisi senang maupun susah.
6. Eufemisme
Eufemisme digunakan untuk mengganti kata atau ungkapan yang dianggap kurang pantas, kasar, atau sensitif dengan istilah yang lebih halus dan memiliki makna sepadan.
Contoh: "Penyandang tunanetra memiliki hak yang sama dengan orang lainnya."
Istilah tunanetra digunakan sebagai ungkapan yang lebih halus dibandingkan kata buta.
7. Asosiasi
Majas asosiasi digunakan untuk membandingkan atau menghubungkan suatu perasaan, keadaan, atau gagasan dengan objek, simbol, atau situasi lain yang memiliki keterkaitan tertentu.
Contoh: "Langit yang biru mengingatkanku pada kenangan indah masa kecil."
Dalam kalimat tersebut, langit biru dikaitkan dengan kenangan masa lalu.
Baca Juga: Mengenal 7 Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya