Memasuki perbatasan China, kakek-nenek asal Aceh hadapi pemeriksaan ketat - ANTARA News Sumatera Utara
Padangsidimpuan (ANTARA) - Pasangan kakek-nenek asal Aceh, T. Faisal Laksamana, (65) dan dr. Indriati (61), menghadapi pengalaman menegangkan saat memasuki China dalam perjalanan overland keliling dunia menggunakan kendaraan pribadi.
Keduanya yang kini berdomisili di Kota "Salak" Padangsidimpuan, Sumatera Utara memasuki China melalui perbatasan Boten, Laos, pada 4 Agustus 2026.
Begitu tiba di kawasan perbatasan, kendaraan yang mereka gunakan langsung menjalani pemeriksaan ketat oleh petugas setempat.
Kepada Antara, Sabtu, Faisal mengatakan mobil mereka terlebih dahulu diperiksa menggunakan scanner khusus.
Setelah itu, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kendaraan dan barang bawaan.
“Kami cukup tegang saat masuk border China. Mobil harus masuk scanner dan kemudian diperiksa hampir seluruh bagiannya,” ujar Faisal saat menceritakan pengalaman perjalanan mereka.
Tantangan berikutnya adalah komunikasi. Petugas perbatasan menggunakan bahasa Mandarin sehingga Faisal dan Indriati kesulitan memahami sejumlah instruksi selama proses pemeriksaan.
Beruntung, keduanya didampingi pemandu dari agen perjalanan yang membantu menerjemahkan dan menjelaskan arahan petugas.
Kehadiran mobil dengan bendera Merah Putih berukuran cukup besar juga menarik perhatian selama berada di kawasan perbatasan.
Bendera tersebut menjadi identitas pasangan asal Indonesia itu dalam perjalanan panjang melintasi sejumlah negara.
Faisal menjelaskan, perjalanan menggunakan kendaraan pribadi di China harus melalui agen perjalanan karena membutuhkan berbagai pengurusan administrasi.
Paket tersebut antara lain mencakup pendampingan perjalanan, pengurusan SIM China, pelat nomor kendaraan China serta dokumen dan kebutuhan perjalanan lainnya.
“Kalau sendirian biayanya sangat mahal. Karena itu kami bergabung dalam grup agar biaya perjalanan bisa lebih murah,” katanya.
Setelah melewati pemeriksaan perbatasan, Faisal dan Indriati dijadwalkan menjelajahi China selama sekitar 25 hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kazakhstan dan negara-negara Asia Tengah lainnya.
Bagi pasangan berusia 65 dan 61 tahun itu, pengalaman memasuki China menjadi bagian tersendiri dari perjalanan panjang yang mereka tempuh dengan kendaraan sendiri.
Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.