Melshanda Intan Monica, wisudawan Farmasi UMS yang serukan keberanian perempuan untuk memimpin
Melshanda Intan Monica, wisudawan Farmasi UMS yang serukan keberanian perempuan untuk memimpin
Sabtu, 26 September 2026 17:06 WIB
Melshanda Intan Monica, lulusan Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi UMS. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Solo, Jawa Tengah, Sabtu.
Salah satu wisudawan yang turut mencuri perhatian adalah Melshanda Intan Monica, lulusan Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi UMS.
Melshanda tidak hanya menyelesaikan pendidikan sarjananya, tetapi juga menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional selama menjadi mahasiswa UMS.
Sejumlah prestasi yang diraihnya antara lain Gold Medal World Young Inventors Exhibition 2025, Gold Medal and Special Award International Ideapaper 2025, Gold Medal Youth International Science Fair 2024, Silver Medal International Inventors Day 2024, serta 3rd Place Article Competition Ahmad Dahlan Youth International Camp 2024.
Selain itu, Melshanda juga meraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi Utama II UMS 2025 dan Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Bicromat STIKES Nasional 2024. Ia juga dipercaya menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi UMS 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Melshanda dipercaya mewakili wisudawan-wisudawati untuk menyampaikan kesan dan pesan. Ia mengajak para wisudawan memberikan apresiasi kepada diri sendiri atas perjalanan panjang yang telah dilalui hingga akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan di UMS.
“Gelar yang kita sandang bukanlah sekadar lembar ijazah yang terbingkai, namun bukti dari perjalanan yang tidaklah mudah. Bukti ketika kita jatuh, ketika kita ragu, dan ketika kita bertanya, apakah saya mampu,” ujar Melshanda.
Menurutnya, empat tahun menjalani pendidikan di UMS bukan hanya menjadi perjalanan akademik. Kampus menjadi ruang bagi dirinya dan para mahasiswa untuk mengenal diri, belajar bertanggung jawab, bekerja sama, memahami perbedaan, hingga menerima kegagalan.
Ia mengatakan, berbagai pengalaman organisasi, kompetisi, riset, dan kegiatan akademik telah membentuk dirinya untuk terus berkembang.
“Di kampus tercinta ini, kita tidak hanya belajar tentang akademik, tetapi belajar untuk mengenal diri kita siapa sebenarnya. Belajar bertanggung jawab, bekerja sama, memahami perbedaan, dan juga menerima kegagalan,” ungkapnya.
Sebagai perempuan yang pernah dipercaya memimpin organisasi kemahasiswaan dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik serta kompetisi, Melshanda juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya keberanian bagi perempuan untuk mengambil peran.
“Perempuan tidak hanya bisa bermimpi, tetapi mampu untuk memimpin, menciptakan, dan membawa perubahan. Jangan pernah mengecilkan mimpi hanya karena kita perempuan. Karena ketika kesempatan bertemu dengan keberanian, maka tidak ada batas yang terlalu tinggi yang akan kita raih,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada perempuan agar tidak mengecilkan mimpi yang dimiliki. Menurutnya, keberanian untuk mengambil kesempatan menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan cita-cita.
“Jangan pernah mengecilkan mimpi hanya karena kita perempuan. Karena ketika kesempatan bertemu dengan keberanian, maka tidak ada batas yang terlalu tinggi yang akan kita raih,” ungkapnya.
Melshanda juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan UMS, dosen, serta seluruh sivitas akademika yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkembang dan berkarya di tingkat nasional maupun internasional.
“Terima kasih telah mendidik kami untuk menjadi sarjana dan juga memberi kami kepercayaan bahwa perempuan tidak hanya mampu untuk bermimpi, tetapi mampu untuk membawa perubahan bagi bangsa dan negara,” katanya.
Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai bagian dari masyarakat.
“Wisuda ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari sebuah tantangan yang besar di masa depan. Kami percaya bahwa setiap insan yang ada di sini adalah pribadi yang mampu menjadi agen perubahan dan pelopor kebaikan di masyarakat,” ujar Melshanda.
Melshanda juga mengajak para wisudawan untuk membawa nilai-nilai yang diperoleh selama berada di UMS ke dalam kehidupan setelah lulus. Ia mengutip ajaran Ki Hadjar Dewantara, “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”
Ia berharap para lulusan UMS dapat menjadi pribadi yang mampu memberi teladan, membangun semangat, serta memberikan manfaat di mana pun berada.
“Jadilah alumni yang memberi teladan, membangun semangat, dan memberi manfaat. Karena kelulusan yang kita raih hari ini bukanlah akhir dari pendidikan, melainkan awal dari rasa tanggung jawab kepada masyarakat,” tuturnya.
Di hadapan para wisudawan dan orang tua, Melshanda juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka. Menurutnya, keberhasilan seorang mahasiswa tidak terlepas dari doa, cinta, air mata, dan pengorbanan orang tua.
“Gelar ini memang atas nama kami, tetapi di perjalanan untuk mendapatkannya terdapat doa, air mata, cinta, dan juga pengorbanan,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Melshanda mengajak para lulusan untuk tetap membawa identitas dan nilai-nilai UMS dalam kehidupan setelah menjadi alumni.
“Hari ini mungkin menjadi hari terakhir kita untuk menjadi mahasiswa UMS. Tetapi percayalah rekan-rekanku, ini bukanlah hari terakhir kita untuk membawa nilai-nilai UMS dalam kehidupan kita,” katanya.
Ia kemudian menutup pesannya dengan semangat sebagai bagian dari keluarga besar UMS.
“Suatu hari nanti ketika dunia bertanya kepada kita, siapa kita? Maka dengan lantang kita akan menjawab, I’M UMS: Islami, mencerahkan, unggul, mendunia, sustainable,” pungkasnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.