Mekkah hingga Jeddah Dapat Peringatan Potensi Serangan, Begini Kondisi Terkini Arab Saudi
Kamis, 24 September 2026 - 22:22 WIB
VIVA –Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan serangkaian peringatan singkat termasuk Kota Mekkah pada Kamis 24 September. Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul dengan adanya potensi ancaman serangan rudal atau drone.
Baca Juga
"Peringatan telah dikeluarkan oleh Platform Peringatan Dini Nasional di Kota Mekkah untuk menginformasikan adanya potensi bahaya," demikian pernyataan tersebut dikutip dari laman CNA News, Kamis 24 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Peringatan serupa juga dikeluarkan untuk Provinsi Yanbu di kawasan Laut Merah, serta wilayah Taif, Jeddah, dan Tabuk.
Baca Juga
Peringatan tersebut dicabut beberapa menit kemudian. Dalam beberapa pekan terakhir, peringatan semacam itu kerap muncul sebelum serangan yang dilakukan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Pekan lalu, Riyadh menuduh kelompok tersebut menargetkan Mekkah untuk pertama kalinya sejak 2017 dengan sebuah drone yang kemudian berhasil ditembak jatuh. Namun, Houthi membantah tuduhan tersebut.
Baca Juga
Beberapa hari kemudian, kelompok itu menyerang ibu kota Arab Saudi, Riyadh, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun. Serangan tersebut menandai eskalasi baru dalam konflik yang berlangsung.
Houthi terlibat perang melawan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dan sejak 2015 mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional. Kelompok tersebut kini meningkatkan serangannya terhadap Arab Saudi, sehingga Yaman turut terseret dalam perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Awal bulan ini, Houthi menguasai sejumlah wilayah pesisir strategis yang menghadap Selat Bab al-Mandab, jalur penting bagi ekspor minyak Arab Saudi. Wilayah tersebut direbut dari pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.
Pada Juli lalu, gencatan senjata rapuh yang disepakati pada 2022 antara Houthi dan pemerintah Yaman runtuh setelah kelompok tersebut mengizinkan sebuah pesawat Iran mendarat di Sanaa, menentang kendali Riyadh atas wilayah udara Yaman. Keputusan itu kemudian memicu serangkaian serangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Houthi kemudian mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan mulai menyerang kapal tanker serta wilayah negara tersebut.
Penguasaan wilayah oleh Houthi semakin memperkuat kendali Iran dan sekutunya atas dua jalur perairan yang menjadi tumpuan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi sebagai salah satu eksportir minyak mentah terbesar dunia, untuk mengirimkan minyak mereka ke pasar internasional.
Arab Saudi Tak Lagi Cuma Jual Minyak, Kini Punya Merek Mobil Sendiri
Arab Saudi mulai punya merek mobil sendiri lewat Ceer. Mobil listrik Exobot hadir dengan tiga motor, tenaga 1.111 hp, baterai 112 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
VIVA.co.id
22 September 2026