Media Iran Ancam Donald Trump: Bersiap untuk Kematian Mendadak!

Media Iran Ancam Donald Trump: Bersiap untuk Kematian Mendadak!

Media Iran menjadikan kematian Senator AS Lindsey Graham sebagai berita utama dan memuat pernyataan keras yang ditujukan kepada Donald Trump di tengah memanasnya hubungan Washington-Teheran.

AKURAT.CO Sejumlah media di Iran menempatkan pemberitaan mengenai kematian Senator Amerika Serikat Lindsey Graham sebagai berita utama pada edisi Minggu (13/7/2026). Pemberitaan tersebut disertai narasi keras terhadap Amerika Serikat dan Israel, bahkan memuat ancaman yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump serta sejumlah pejabat senior lainnya.

Surat kabar Hamshahri menampilkan ilustrasi Donald Trump berlutut di samping foto Lindsey Graham, bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan sejumlah pejabat lainnya. Di halaman depannya, media tersebut memuat judul "Get Ready for Sudden Death" atau "Bersiap untuk Kematian Mendadak".

Sementara itu, harian Vatan-e Emrooz mengangkat berita kematian Graham dengan tajuk "Death of the Merchant of Death". Dalam laporannya, media tersebut menggambarkan Graham sebagai salah satu pendukung utama kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran dan menyebut senator dari Carolina Selatan itu meninggal setelah mengalami sakit mendadak.

Narasi serupa juga muncul di media penyiaran pemerintah Iran. Seorang pembawa berita televisi pemerintah menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Iran atas meninggalnya Graham dan menggunakan pernyataan bernada provokatif yang memicu perhatian luas. Pernyataan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di media sosial, termasuk di kalangan pendukung Donald Trump, yang mengaitkannya dengan ancaman-ancaman sebelumnya yang pernah dilontarkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap Graham. Hingga kini, tidak ada bukti yang dipublikasikan yang mengonfirmasi keterlibatan Iran dalam kematian senator tersebut.

Lindsey Graham selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh Partai Republik yang paling vokal mendukung kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang bersifat agresif. Ia konsisten mendukung bantuan militer untuk Ukraina, memberikan dukungan kuat kepada Israel dalam konflik Gaza, serta berulang kali menyerukan pergantian pemerintahan di Iran. Menjelang eskalasi konflik terbaru, Graham beberapa kali berkunjung ke Israel dan bertemu dengan pejabat tinggi, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dalam sejumlah kesempatan, ia juga mendorong Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah mengambil sikap lebih tegas terhadap Teheran.

Sumber: Indiatoday